PURWOREJO – DPRD Kabupaten Purworejo akhirnya membuktikan keseriusannya membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengurai persoalan Pasar Baledono yang seolah digantung tanpa kejelasan oleh Pemkab Purworejo. Secara resmi, Pansus Pasar Baledono telah dibentuk, kemarin (17/12).
Rapat Paripurna penetapan Pansus Pasar Baledono dihadiri 38 anggota DPRD. Sementara dari pihak ekse-kutif, bupati diwakili Sekretaris Daerah Drs Tri Handoyo MM dan kepala SKPD terkait Pasar Baledono.Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono mengungkapkan, Pansus Pasar Baledono dibentuk untuk mendorong penyelesaian masalah yang selama ini terbengkelai dan seolah-olah eksekutif menemui jalan buntu. “Dalam hal ini, kami hanya mendukung pemkab agar persoalan ini dapat terurai dan tersele-saikan dengan baik,” kata Luhur.
Menurut Luhur, persoalan pasar sangat mendesak untuk segera diselesaikan, mengingat masyarakat, khususnya para pedagang sudah semakin menderita. Keberadaan pansus ini diharapkan mampu mengurai persoalan dengan memberikan masukan-masukan kepada pihak eksekutif. “Kami harapkan anggota pansus yang dipimpin Muh Dahlan dari fraksi PKB segera bekerja, melakukan agenda musyawarah, baik internal pansus maupun dengan eksekutif terkait persoalan tersebut,” ujarnya.
Asisten Bidang Perekonomian Setda Purworejo Gandi Budi Supriyanto yang hadir mendampingi Sekda memberikan apresiasi atas terbentuknya pansus ini. Kedepan ia berharap dapat bekerja sama untuk mencari solusi atas pesoalan pasar tersebut. “Kami menunggu rekomendasi pansus. Dan apa yang dikeluarkan oleh pansus, tentu akan kami laksanakan. Saat ini, sifatnya kami menunggu, karena saat ini bola ada di tangan mereka,” tandasnya. (tom/jko/ong)