HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

PUTUS: Jembatan Kembang kantil di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, putus setelah pondasi jembatan tergerus banjir.

Akses Menuju Dua Objek Wisata Terkendala

PURWOREJO-Jembatan penghubung antar pedukuhan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing putus, kemarin (29/12) dini hari. Jembatan yang membentang di atas Sungai Kembang Kantil itu merupakan akses utama warga menuju objek wisata Curug Silangit dan Memorial House WR Supratman.Beruntung masih ada bangunan jembatan lama yang kondisinya masih memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua. jembatan itu kebetulan belum dibongkar saat jembatan Kembang Kantil dulu dibangun.
Namun angkutan dan kendaraan roda empat tidak bisa melintas, warga harus memutar melalui Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing jika hendak ke pusat Kota Purworejo.Sumarno Kepala Dusun 1 Krajan menyatakan, jembatan itu memiliki ketinggian sekitar 8 meter dari permukaan sungai. Panjangnya 7 meter dan lebar 3 meter. “Jembatan itu dibangun pada tahun 1984 sebagai pengganti jembatan lama penghubung dusun Krajan dan Sawahan,” terang Sumarno, kemarin (29/12).
Runtuhnya jembatan dipicu arus air sungai yang menggerus pondasi dasar bagian selatan di wilayah Krajan. Hujan dengan intensitas tinggi dan lama sering mengakibatkan banjir, arusnya deras dan menghajar pondasi tersebut. “Sebenarnya dua tahun lalu sudah ada tanda-tanda pondasinya tergerus, warga sempat melakukan penguatan pondasi dengan ditambal menggunakan semen,” imbuhnya.
Dikatakan Sumarno, warga berharap Pemkab Purworejo segera melakukan perbaikan jembatan, terlebih jembatan tersebut merupakan akses utama warga juga jalur menuju tempat wisata. “Jalan ini juga statusnya jalan kabupaten,” ucapnya.
Belum lama, lantai jembatan itu sempat diaspal sekaligus peningkatan jalan Somongari-Hulosobo. Saat proses peningkatan jalan, jembatan itu memang sering dilalui kendaraan bermuatan berat pembawa material aspal.”Memang dilewati kendaraan pengangkut material. Tapi seringnya, truk melangsir bawaannya jika dirasa tonasenya berlebihan, jadi bukan itu penyebabnya kalau menurut saya, melainkan tergerus banjir,” bebernya.
Kaur Pemerintahan Desa Somongari Karsono menuturkan, Pemkab memang harus segera bertindak cepat untuk melakukan penanganan. “Untuk melakukan pembangunan jembatan ini, kurang lebih anggaran yang dibutuhkan antara Rp 100 juta -150 juta,” ujarnya. (tom/hes/jiong)