ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BELUM TUNTAS: Proses pembangunan Pasar Bandongan tidak selesai tahun 2015. DPU-Rencananya proses pembangunan dimulai pertengahan Maret mendatang.
MUNGKID – Pedagang korban kebakaran Pasar Bandongan kebingungan. Karena, tidak ada informasi yang pasti soal pe-nyelesaian pembangunan fisik Pasar Bandongan. Sejauh ini, para pedagang di pasar yang ada di Jalan Bandongan- Kaliangkrik tersebut tidak diberi informasi lengkap oleh Pemkab Magelang.Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Bandongan Mujtahidin mengatakan, Pemkab Magelang kurang terbuka soal informasi pembangunan Pasar Bandongan. Hingga tutup tahun, tidak ada pemberitahuan kapan pembangunan akan selesai
Padahal, pedagang sudah me-nanti bangunan cepat selesai dan ingin menempati tempat jualan seperti semula.”Pedagang tidak tahu per-kembangan pembangunan Pa-sar Bandongan. Januari ini lanjut atau berhenti dulu, kami tidak tahu,” keluh Mujtahidin, kemarin (1/1).
Ia mendapat informasi jika pembangunan fisik semestinya selesai akhir tahun 2014. Namun, sampai 1 Januari 2015, bangunan pasar belum selesai. Ini terlihat di depan pasar yang tidak lengkap. Sebagian pintu sebagian belum terpasang. Bahkan, tangga ke lantai dua juga belum selesai.”Pedagang masih ketar-ketir kalau pembangunan berhenti. Sebab, ganti tahun ganti anggaran. Padahal jelas, pembangunan belum kelar. Paguyuban pedagang hanya butuh informasi kejelasan pembangunan pasar. Sudah berganti tahun, apa pem bangunan berhenti atau lanjut. Lalu bagai-mana anggarannya,” paparnya.
Kabid Cipta Karya DPU-ESDM Kabupaten Magelang Edi Siswan-toro mengatakan, pembangunan tahap kedua pasar tersebut selesai dan diserahkan rekanan pelak-sana, PT Soborejo dari Madiun, Jatim Senin (29/12). Namun, bangunan itu belum siap diope-rasikan pada awal tahun ini.”Selain masih dalam masa pe-meliharaan enam bulan ke depan, juga akan ada pekerjaan pe-nyempurnaan yang akan diker-jakan tahun ini,” ungkap Edi.
Beberapa item pekerjaan lanjutan yang dibiayai dana APBD 2015 sebesar Rp 600 juta. Yakni, pemasangan keramik di lantai 1 dan 2 dan pemasangan sekat lapak pedagang di lantai 1. Juga masih ada penataan halaman pasar serta membuat pintu pengaman pasar. Adapun re-kanan penggarap pekerjaan tahun ini ditentukan melalui proses lelang.”Jika proses itu berjalan lancar, pekerjaan bisa dimulai per-tengahan Maret mendatang. Semoga tak ada lelang ulang seperti tahun lalu,” katanya.
Seperti diketahui, pasar Ban-dongan terbakar pada 14 Juli 2012. Bangunan baru di lahan seluas 2.464 meter persegi itu dibangun kios dan los untuk 326 pedagang. Sesuai rencana awal, pembangunan Pasar Bandongan diselesaikan dalam satu tahun dengan dana APBD 2013 sebesar Rp 10 miliar.Ternyata, rencana itu meleset. Sampai akhir 2013, pekerjaan yang digarap PT Karya Bangun Gunatama dari Jakarta belum beres. Setelah dihitung ulang sesuai detail engeneering design (DED), biaya membengkak men-jadi Rp 12,5 miliar. Pem bengkakan dana Rp 2,5 miliar karena ada tambahan volume pekerjaan untuk menjaga kualitas bangunan, sekaligus demi keamanan dan kenyamanan pedagang maupun masyarakat.
Proyek diteruskan lagi dengan dana APBD 2014. Setelah me lalui proses lelang ulang yang dime-nangi PT Soborejo dari Madiun, pekerjaan dimulai awal Sep-tember lalu. Dari alokasi biaya Rp 2,5 miliar, membengkak lagi jadi Rp 3,6 miliar. Sesuai kontrak kerja, pembangu-nan tahap kedua yang dita ngani PT Soborejo mulai awal Septem-ber 2014 selesai dan diserahkan ke Pemkab Magelang, Senin (29/12). Hingga 2015, pedagang belum bisa menempati pasar tersebut. (ady/hes/ong)