FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SUDAH RUSAK: Kondisi Pasar Rejowinangun yang mulai rusak, di antaranya ada lantai yang rusak. Temuan ini diungkap Komisi B DPRD Kota Magelang saat sidak.

Komisi B Temukan Atap Bocor, Tempat Jualan Tak Lagi Representatif

MAGELANG – Keberadaan Pasar Rejo-winangun selalu jadi persoalan tersendiri. Belum genap setahun beroperasi, kondisi bangunan Pasar Rejowinangun banyak di-keluhkan. Sejumlah titik dianggap tidak represen tatif lagi, karena banyaknya atap yang bocor. Ini terungkap saat jajaran Komisi B DPRD Kota Magelang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 63 miliar tersebut, Rabu (31/12).
Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo mengatakan, beberapa kondisi bangunan Pasar Rejowinangun sangat mengkhawatirkan. Banyak konstruksi beton yang dinilai tidak sesuai perencanaan. Antara lain, sambungan atap yang kurang rapat dan pembangunan lain yang dinilai belum sempurna.”Ternyata masih banyak pembangunan yang perlu jadi perhatian kami. Ini diharap-kan bisa direalisasikan pihak ketiga atau rekanan,” imbuhnya.
Ia menilai, rekanan pembangun Pasar Rejowinangun, yaitu PT Armada Hada Graha (AHG) juga kurang peka menyikapi ketidaksemupurnaan pembangunan tersebut. Apalagi, dari pihak Dinas Pengelola Pasar (DPP) setempat sudah melayangkan surat hingga empat kali kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU), untuk diteruskan pada rekanan yang bersangkutan.”Dari DPU sudah dilayangkan surat untuk perbaikan di bangunan pasar kepada rekanan. Tetapi tidak ada tindak lanjut sampai se-karang,” tuturnya.Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni justru menyoroti kondisi lalu lintas di kawasan pasar yang cenderung semrawut
Titik parkir di lantai satu dan dua, dinilai tidak memperhatikan estetika, sehingga kapasitas akses di Pasar Rejowinangun ber-kurang.”Ini membuat pengunjung pasar jadi enggak nyaman. Harusnya, hanya searah saja kendaraannya. Kalau perlu parkir jangan di tepian jalan seperti ini. Karena, bikin jalannya sem-pit,” kritiknya.
Anggota Komisi B lain, Win darti menyesalkan boyongan pedagang Pasar Rejowinangun pada Maret 2014 yang terkesan terburu-buru. Padahal kondisi bangunannya belum 100 persen bisa diopera-sikan.”Harusnya pemerintah jangan mau dulu terima dari pihak rekanan kalau belum siap pakai. Tapi ini kesannya seperti di-paksakan, ya hasilnya sekarang. Banyak yang bocor, keramik pecah, dan masalah lainnya,” kritik ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Magelang ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Ma-gelang Joko Budiono yang hadir dalam sidak ini mengaku ter-bantu dengan kunjungan DPRD. Menurut Joko, adanya masukan dari dewan bisa memberi ban-tuan positif guna pengoperasian pasar yang lebih baik.”Senang sekali DPRD bisa datang ke Pasar Rejowinangun, se hingga tahu masalah fisik di pasar ini. Kalau ada perbaikan, dewan nanti langsung mengetahui dan mendukung program yang akan kami sampaikan,” katanya.
Joko juga membenarkan, pihaknya sudah melayangkan empat kali surat agar ada per-baikan fisik Pasar Rejowinangun yang dinilai cacat.”Sudah mengirim empat surat ke DPU. Dari DPU sudah dikirim ke rekanan, tetapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” ungkapnya.Selain terkait parkir, DPP akan bekerja sama dengan paguyuban pasar dan pihak lain dalam me-lakukan penataan. Rencananya, dengan melihat kondisi lalu lintas saat ini, cukup mendesak me-ngefektifkan fungsi basemen.”Harusnya sekarang diman-faatkan basemen-nya supaya tidak semrawut. Selanjutnya, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas. Dari pintu masuk pasar dan keluar itu searah semua,” tegasnya.
Menurut pejabat yang baru saja promosi menjadi eselon II ini, konsep lalu lintas di Pasar Rejowinangun tidak secara lang-sung bisa lancar, bila tidak diiringi kesadaran masyarakat sendiri. Karenannya, ia berharap kedi-siplinan dari pedagang, juru par-kir, dan pembeli untuk taat terhadap aturan yang diterapkan.”Sulitnya soal kedisiplinan ini. Ada sebagian yang taat, tapi ada pula yang tidak menjalankannya. Yang jelas, untuk sementara ini kami akan pesan pada juru par-kir supaya atasi dulu persoalan ini,” katanya. (dem/hes/ong)