Untuk Menunjang Kelancaran K-13

JOGJA – Tampaknya tak perlu ada lagi sekolah-sekolah yang mengaku kesulitan atau tidak mampu lagi untuk melaksana-kan kurikulum 2013 (K-13). Sebab untuk memperlancar pelaksanaan K-13 tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Jogja sudah menyiapkan guru model, dan soft-ware yang siap membantu seluruh sekolah dan guru di Kota Jogja, khususnya tentang sistem penilaian.
Kepala Dindik Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, dalam pelaksanaan K-13 yang membutuhkan pendekatan saintifik dan penilaian otentik, pihaknya sudah menyiapkan guru model. “Kami sudah kumpulkan guru dan pengawas yang menguasai cara pembelajaran kurukulum 2013,” kata Edy, kemarin (2/1).
Menurut dia, saat ini sudah terdapat dua guru SD, masing-masing untuk kelas ren-dah kelas 1 hingga 3 dan kelas tinggi, kelas 4 hingga 6. Juga sudah disiapkan 11 gruu model untuk tingkat SMP dan delapan guru model untuk tingkat SMA dan SMK. Edy menandaskan, untuk SMK, disiapkan bagi kelompok normatif dan adaptif. “Kalau yang produktif diserahkan ke ma-sing-masing guru, karena jurusannya beda-beda,” ungkapnya.
Edy menjelaskan, para guru model tersebut dianggap menguasai metode pem-belajaran saintifk dan penilaian otentik sesuai K-13. Nantinya para guru model tersebut akan direkam aktivitasnya saat mengajar di kelas dan hasilnya akan di-bagi ke sekolah-sekolah lain, sebagai pe-doman guru lainnya. “Dengan begitu, keluhan guru terkait dengan pendekatan saintifik penilaian otentik, sudah teratasi,” ujarnya.
Saat ini Dindik Kota Jogja juga tengah menyiapkan penyederhanaan sistem pe-nilaian. Meski begitu, dijamin tidak akan bertentangan dengan Permendiknas. Edy menjelaskan, sebenarnya banyak guru di Kota Jogja ini yang memiliki krea-tivitas, di antaranya dengan menciptakan software yang memudahkan dalam peni-laian. Bahkan, ada salah satu karya guru Kota Jogja yang karyanya digunakan Ke-mendikbud secara nasional. “Jogja ini gudangnya guru kreatif, masih ada lainnya yang mengembangkan software serupa, nanti akan dipilih mana yang paling mudah dipakai,” katanya. (pra/jko/ong)