ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TETAP SEPI: Organda memastikan tidak menurunkan tarif angkot pascaperubahan harga bahan bakar bersubsidi per 1 Januari 2015.
MUNGKID – Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mempengaruhi tarif angkot. Menurut Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang, mereka memastikan tidak menurunkan tarif angkot setelah penurunan harga bahan bakar ber-subsidi per 1 Januari 2015. Sejauh ini, tarif angkutan umum tetap. “Penurunan harga BBM tidak ter-lalu signifikan.Sedangkan harga suku cadang dan beban perawatan armada angkutan yang telah naik tak bakal turun kembali,” kata Ketua Organda Kabupaten Magelang Muh Irianto, kemarin (2/1).
Organda Kabupaten Magelang tidak mau mengambil resiko dengan menurunkan tarif angkutan umum pasca perubahan harga BBM jenis premium dan solar. Kebijakan yang berlaku per 1 Januari soal penurunan harga BBM, tidak diiringi turun-nya harga suku cadang dan setoran yang sudah naik. Tarif angkot akan mengikuti me-kanisme pasar. Karena itu, penurunan BBM tidak sebanding dengan kenaikan yang mencapai Rp 2 ribu per liter pada 18 November 2014.Di sisi lain, saat tarif sudah ditetapkan, masih banyak pe-numpang yang membayar se-kadarnya.
Demikian juga saat penerapan tarif angkot pada November lalu, besarannya 10 persen. Sementara BBM turun sebesar Rp 900 untuk premium dan Rp 250 untuk solar. Sehingga tidak banyak mempengaruhi untuk biaya operasional maupun perawatan angkot.”Akibat kebijakan yang tidak dihitung dengan matang ini, dampaknya masyarakat miskin yang kena,” sindirnya.
Organda tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Ia berharap, setiap kebijakan pemerintah semestinya me ngatur dengan benar. Bila terjadi fluk-tuatif, masyarakat di tingkat bawah yang terkena dam-paknya.”Kebijakan yang dikeluarkan semestinya yang prorakyat. Yang terpenting, tidak ada miss communication penumpang dengan operator,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu sopir angkot jurusan Muntilan Wartono mengaku, penurunan harga BBM membingungkan masyarakat. Terutama para sopir dan pe-numpang.Meski terjadi penurunan, ia mengaku tidak ada perubahan signifikan terhadap jumlah penumpang maupun beban perawatan dan operasional angkot.Pemerintah secara resmi me-nurunkan harga BBM bersub-sidi terhitung mulai 1 Januari 2015. Seluruh SPBU diperintahkan melakukan penurunan harga. Harga dari pemerintah saat ini, premium dari harga Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter. Untuk solar dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250 per liter. (ady/hes/ong)