GUNTUR AGA TIRTA/RADAR JOGJA
PENUTUPAN SEKATEN: Sri Sultan HB X menyebar udik-udik menandai berakhirnya penyelenggaraan Sekaten, tadi malam. Setelah sebaran udik-udik, malam harinya dilanjutkan dengan Kondur Gangsa, yaitu pengembalian perangkat gamelan dari Masjid Agung menuju Pendopo Ponconiti.

Pelaksanaan Sekaten Berakhir Tadi Malam

JOGJA – Setelah berlangsung selama 37 hari, tadi malam (2/1), penyeleng-garaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), resmi berakhir. Menjelang acara penutupan Sekaten, dilakukan prosesi Kondur Gangsa, yaitu pengem-balian perangkat gamelan dari Masjid Agung menuju Pendopo Ponconiti. Di dalam perayaan Sekaten, gamelan pusaka itu juga menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Banyak pengun-jung yang rela berjubel di depan pintu pagongan untuk melihat secara langsung gamelan itu ketika dimainkan
Selain pengunjung yang ingin melihat lebih dekat dan men-dengarkan alunan gamelan tersebut, banyak juga beberapa turis asing dan fotografer yang tak ingin ketinggalan mengaba-dikan momen itu dengan bidikan lensa mereka. Dengan berakhirnya pelak-sanaan Sekaten tadi malam, akan diikuti dengan pembong-karan stan-stan Sekaten hari ini. Panitia PMPS Bidang Pena-taan Lahan Sri Harnani mene-gaskan, pihaknya tidak mem-berikan toleransi untuk pem-bongkaran stan. Mulai hari ini (3/1), atau paling lambat Minggu (4/1), semua stan su-dah harus dibongkar sendiri oleh para pemilik stan. “Besok sudah harus dibongkar,” tegas Sri Harnani, tadi malam (2/1).
Pihaknya menargetkan pada Minggu (4/1), kawasan Alun-alun Utara Jogja sudah bisa kembali bersih. Dan jika ada yang memaksa stannya masih ber-diri, pihaknya siap melakukan pembongkaran paksa. “Maksimal Minggu sudah harus bersih, tidak boleh lagi ada bangunan di Alun-alun Utara,” tegasnya.
Disinggung tentang pendapatan yang diperoleh selama pelaksanaan Sekaten, dikata-kan bahwa pemasukan hanya bersumber dari sewa stan. Sebab untuk pengunjung, tidak dipungut biaya. “Untuk pe-masukan selama Sekaten, kami hanya memungut dari sewa stan, bukan dari pe-ngunjung. Karena masuk ke arena Sekaten ini gratis,” ujarnya. Dari sewa stan, pendapatan yang diperoleh juga melebihi target, yakni lebih dari Rp 1 miliar.
Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Informasi Kota Jogja Tri Hastono mengatakan, karena Sekaten sudah berakhir, maka semua stan harus langsung di-bongkar, tak terkecuali stan milik instansi. “Sesuai dengan aturan, besok (hari ini), semua harus dibongkar,” tegasnya. Dan itu juga berlaku bagi stan milik pemkot. Menurut dia, hal itu juga sebagai contoh agar bisa diikuti oleh stan niaga dan wahana permainan lainnya. “Stan milik instansi pemkot akan mengawali pembongkaran man-diri,” tandasnya. (pra/jko/ong)