ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
BAHAYA: Sejumlah anak bermain-main di dekat lokasi amblesnya ruas jalan di Pedukuhan Kembangsari, Srimartani, Piyungan, kemarin (2/1).

Hanya Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

PIYUNGAN – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bantul kembali merusak sarana infrastruktur. Kali ini, badan jalan di Pedukuhan Kembangsari, Srimartani, Piyungan ambles, kemarin (2/1).Ruas jalan yang menghubungkan pedukuhan Karangasem dan Kembang-sari ini ambles sedalam sekitar empat meter. “Mudah ambles, karena bawahnya kan ada aliran air,” terang Fatkhurrohman, warga setempat.
Persis di bawah jalan yang ambles tersebut, memang merupakan saluran air atau gorong-gorong. Diduga amblesnya badan jalan tersebut karena talut di pinggir gorong-gorong tidak mampu lagi menahan resapan air. Maklum, gorong-gorong ini sudah berusia puluhan tahun. “Sekarang panjangnya lima meter. Kemungkinan bisa makin panjang lagi dampak amblesnya,” ujarnya.
Amblesnya ruas jalan ini membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Padahal, tidak sedikit warga pedukuhan Karangasem yang me-manfaatkan jalan tersebut untuk menuju ke Srimartani atau pusat Kecamatan Piyungan. Alhasil, bagi pengguna kendaraan roda empat harus melalui jalur alternatif lain.”Ada sih. Tetapi ya jarak tempuhnya sekitar lima kilometer lebih jauh,” jelas warga lain bernama Ramdoni.
Meskipun masih bisa dilalui kendaraan roda dua, sebagian warga ada yang khawatir ketika melintas. Sebab, struktur gorong-gorong sudah retak dan rentan ambles lagi.”Kalau tidak segera ditangani ya bisa putus jalur utama bagi warga ini,” tambahnya. (zam/din/ong)