DWI AGUS/RADAR JOGJA
MUSIK ITU LUAS: Bagi Muhammad Dani Febriadi alias Momo Captain Jack (kanan), bermusik tidak hanya urusan panggung, tapi lebih dari itu.

Kecintaan Dunia Musik Berawal dari Rumusan Fisika

Musik adalah dunia yang bermakna bagi Muhammad Dani Febriadi. Dunia inilah yang membesarkan namanya. Terlebih dalam menyelami dunia musik selama hidup di Jogjakarta. Baginya, bermusik tidak hanya urusan panggung, tapi lebih dari itu.
DWI AGUS, Jogja
TELINGA kita pasti masih asing dengan nama Muhammad Dani Febriadi. Berbeda halnya jika kita menyebut nama Momo Cap-tain Jack. Muhammad Dani Febriadi dan Momo Captain Jack adalah sama. Pria ini merupakan frontman grup musik beraliran rock, Captain Jack.
Tak terhitung jam terbangnya dalam bermusik, tidak hanya ranah lokal Jogjakarta, namun dalam skala nasional. Vokalis yang memiliki karakter khas ini ternyata memiliki kecintaan terhadap musik. Bahkan dalam hal pekerjaan, dirinya tidak bisa jauh dari musik. Selain dikenal sebagai seorang musisi, pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, ini juga memiliki profesi lainnya.”Dunia panggung bisa dibilang sebagai alterego dari diri saya. Sedangkan untuk kehidupan realita, juga tidak jauh. Bisa menjadi scorer, composer dan juga arranger yang berhubungan dengan audio musik,” katanya saat ditemui di Pengerat Studio, Nologaten, Sleman (1/1).
Momo mengungkapkan, dunia musik sejatinya luas. Persepsi selama ini bahwa musik hanya dalam lingkup panggung. Padahal lebih dari itu, dunia musik memi-liki konsentrasi yang lebih luas lagi. Mi salkan untuk membuat company profile, iklan, hingga film
Momo menjelaskan, musik dan audio merupakan bagian terpenting. Bahkan dalam du-nia visual sekalipun, audio merupakan sebuah nyawa. Iba-ratnya memasak sayuran tanpa garam. Meski ada tampilan, tidak ada rasa.”Apa pun yang berhubungan dengan visual, pasti ada audio. Misal menonton film tanpa ada ilustrasi musik, jadi hambar. Jadi kalau kita melihat pemandangan alam, pasti ada harmoni alam yang melengkapi,” tuturnya.
Saat ini Momo aktif dalam dunia selain musik panggung. Kini dia hidup dengan tiga profesi sekaligus. Pertama, dirinya menggeluti profesi sebagai sound engineering. Profesi ini menga-jarkan bagaimana pentinganya menata dan mengenal karakter sound. Terlebih dalam dunia musik, dunia sound engineering merupakan hal yang vital. Dalam dunia recording, seorang operator harus bisa mengenal karakter sound.
Tidak hanya itu, bagi seorang personel musik mengenal karakter sound juga penting. Jika seorang musisi tidak mengenal sound, bisa diibaratkan tidak mengenal dirinya sendiri.Ini bisa berdampak pada tidak maskimalnya dalam berkarya. Juga bagaimana kemampuan dalam mengeksplorasi musik sesuai idealisnya.
Kedua, dirinya berprofesi sebagai produser yang menaungi sejumlah musisi atau band di Jogjakarta. “Sekarang tinggal pilihan, apakah akan berkutat pada sem-pitnya dunia panggung, atau mau menyeberang di tempat yang lebih luas. Mendalami musik yang lebih dalam, sehingga musik tidak hanya hiburan orang, tapi lebih dari itu,” katanya.
Profesi ketiga adalah dunia yang benar-benar menambah khasanah Momo dalam bermusik. Istilah kerennya adalah scorer atau orang yang berprofesi menata audio. Menata dalam konteks ini adalah menyisipkan ke dalam sebuah company pro-file atau pun iklan.Dalam memproduksi ilustrasi musik ini, Momo tak jarang be-reksperimen dengan unsur lokal. Misalkan memasukkan musik etnik ke dalam sebuah video. Hal ini pula yang dilakoni dalam menggarap sebuah iklan aromaterapi.
Masuknya unsur musik etnik ini, mampu memperkuat brand image. Apalagi produk aroma-terapi yang diangkat khas Bali. Sehingga dalam daya kreatif, membuat Momo menghasilkan ilustrasi yang otentik dan khas Pulau Dewata tersebut.”Bagaimana menghidupkan suatu benda melalui audio. Saat orang mendengarkan musik khas Bali, mereka langsung mem-bayangkan. Sehingga presen-tasi produk dapat ditangkap dengan baik oleh konsumen,” ungkapnya.
Balutan ornamen musik khas etnik ini tentu saja bukan asal tempel. Momo menjelaskan, selain sebagai produk juga ada misi lainnya. Terutama dalam mengenalkan musik otentik yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah surga dari sebuah dunia musik. Kekayaan musik tradisinya sangat tak terkira. Bahkan setiap akar musik memiliki jenis sen-diri-sendiri. Tentunya ini men-jadi sebuah kekuatan apabila mampu dieksplorasi lebih dalam. Bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki menjadi sebuah kekuatan. “Menanamkan sebuah nasio-nalisme yang wajib dipertahana-kan. Dengan menyisipkan ke dalam iklan, segmennya pun luas. Kekayaan kita bisa diper-dengarkan dalam lingkup yang luas. Dan saat orang mendengar-kan, langsung terbayang. Ini Indonesia,” katanya.
Namun untuk memaksimal-kan kekuatan ini perlu usaha lebih. Edukasi menjadi salah faktor penting dalam mempela-jari ini. Momo menuturkan, kiblat bermusik lebih cenderung ke arah musik modern. “Meski tidak sepenuhnya salah, ada baiknya juga melihat kekayaan lokal. Unsur etnik ini tidak ha-rus hadir dalam bentuk utuhan. Bisa disisipkan dengan menga-ransemen sesuai karakter ber-musik,” imbuhnya.
Menilik kecintaannya pada dunia musik, telah dilakoni se-menjak kecil. Dalam mencintai musik, Momo memiliki korela-si yang tidak wajar. Perhitungan fisika menjadi salah alasan ke-napa dirinya terjun di dunia ini.Menurutnya, musik memiliki suatu rumusan tertentu. Wu-judnya dalam bentuk gelombang suara yang dapat dikreasi. Kecintaannya terhadap dunia ilmiah inilah yang menghantar-kan hingga saat ini. Dengan melakukan perhitungan yang tepat, musik ala fisika pun men-jadi enak didengarkan. “Memang senang dunia fisika, meski tidak ahli. Bagaimana menggaungkan unsur musik yang berbeda dengan sebuah rumus. Tidak hanya mengha-silkan gelombang, namun me-lodi yang enak untuk didengar-kan,” tandasnya. (*/laz/ong)