Reuni Kecil, Tetap Eksis dan Berkarya

JOGJA – Sastra Bulan Purnama edisi 40 akan diselenggarakan Senin mendatang (5/1) di Tem-bi Rumah Budaya Sewon, Bantul. Edisi kali ini akan diisi oleh para penyair dari tahun 1987, di ma-na peserta ikut dalam pertemu-an Forum Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Salah seorang penyair Mat-hori A Elwa mengatakan materi yang diangkat berisi sajak-sajak terbaru. Sastra ini merupakan karya penyair yang tergabung dalam alumni Puisi Indonesia 87. Tentunya pembacaan ini patut ditunggu karena adanya perbe-daan dimensi ruang.”Suasana dan konteks sudah pasti berbeda karena zaman sudah berubah. Pada tahun 1987, forum Puisi Indonesia 87 me-lahirkan perdebatan yang khas.Kini pasti adem ayem, toto titi tentrem, dan suasananya jauh berbeda,” katanya ditemui di Tembi, kemarin (3/1)
Penyair lainnya Dedet Setiadi dari Magelang juga hadir dalam Forum Puisi Indonesia 87. Senada, Dedet berpendapat bahwa antologi Puisi Indonesia 87 ini menjadi semacam reuni kecil karya. Mampu menghadirkan kembali sebagian penyair pe-serta Forum Puisi Indonenesia.”Hadirnya antologi Puisi In-donesia 87 ini diharapkan ikut memberi warna dalam dina-mika perkembangan perpuisian Indonesia terkini,” kata Dedet.
Sementara itu, Koordinator Sastra Bulan Purnama Ons Untoro mengatakan reuni ini pen-ting. Ini karena para penyair alumni Puisi Indonesia 87 ha-nyalah sebagian kecil dari se-jumlah penyair yang ada di Indonesia.Para penyair ini, lanjutnya, tumbuh sejak awal tahun 1970-an sampai tahun 1980-an. Seba-gian dari mereka saat ini masih aktif menulis puisi. Bahkan se-banyak 27 penyair di antaranya tergabung dalam antologi puisi yang akan diterbitkan ini.”Antologi puisi Indonesia 87 ini menjadi bukti bahwa puisi Indonesia tidak berhenti ditulis dan penyair terus melahirkan puisi meskipun tidak harus di-muat di media cetak. Antologi puisi bersama merupakan ben-tuk lain untuk mendistribusikan puisi kepada publik,” ujarnya.
Beberapa nama penyair lain da-lam antologi Puisi Indonesia 87 pun siap hadir. Mereka yang siap mem-bacakan karya di antaranya Arief Joko Wicaksono, Bambang Widiatmoko, Dedet Setiadi, Gunoto Saparie, Remmy Norais DM, Mathori A Elma dan penyair lainnya.
Sedangkan dalam antologi puisi ini akan menampilkan 27 penyair. Beberapa di antaranya adalah Ahmadun Yosi Herfanda, Naim Emel Prahana, Acep Zam-zam Noor. Juga penyair Aming Aminoedhin, Ayit Suyitno. Ada-pula Handry TM, Isbedy Setiawan, Ook Nugroho, Soni Farid Mau-lana, Wahyu Praseyo dan se-jumlah nama lainnya.Penggagas penerbitan buku Remmy Novaris mengatakan Generasi 87 memang forum puisi terbesar.
Ini terbukti dengan kiprahnya yang pernah diselen-ggarakan oleh DKJI TIM. Bahkan personel yang terlibat sekitar 90-an orang penyair.”Produktivitas dan kreativitas teman-teman 87 yang menjadi prinsip dasar dari penerbitan buku ini, jika generasi tersebut tetap eksis. Agar tetap berkarya, baik di media jejaring sosial maupun di media cetak,” kata Remmy. (dwi/ila/ong)