GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
JATUH LHO DIK…:Bocah bermain di stan wahana permainan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Utara Jogja, kemarin (4/1). Meski panitia PMPS telah memberi deadline pembongkaran stan kemarin, kenyataan banyak stan yang masih berdiri.
JOGJA – Sekaten sudah selesai, namun masih banyak stan yang masih berdiri di Aluh-Alun Utara Jogja. Deadline hari Minggu kemarin (4/1) sebagai ba-tas akhir dari Panitia Pasar Malam Pe-rayaan Sekaten (PMPS) Bidang Pena-taan Lahan kepada pemilik stan untuk membongkar, tak mempan.Kenyataannya, tak sedikit stan yang tetap berdiri kokoh di Alun-Alun Utara tempat berlangsungnya PMPS sebulan lebih. Bahkan ada stan yang masih me-layani pembeli atau membuka usahanya. Stan hiburan juga belum banyak yang dibongkar
Berakhirnya penyelenggaraan PMPS setelah berlangsung se-lama 37 hari itu, resmi pada 2 Januari lalu. Menjelang acara penutupan Sekaten, dilakukan prosesi Kon-dur Gangsa, yaitu pengemba-lian perangkat gamelan dari Masjid Gede menuju Pendopo Ponconiti, Keraton Jogja. Di dalam perayaan Sekaten, gamelan pusaka itu juga men-jadi salah satu pusat perha-tian pengunjung. Banyak pengunjung yang rela berju-bel di depan pintu pagongan untuk melihat secara langsung gamelan itu ketika dibunyikan.
Tak sedikit turis asing dan fotografer yang tak ingin ke-tinggalan mengabadikan mo-men itu dengan bidikan len-sa mereka.Panitia PMPS Bidang Pena-taan Lahan Sri Harnani mene-gaskan, pihaknya tidak mem-berikan toleransi untuk pem-bongkaran stan. Mulai 3 Ja-nuari atau paling lambat Minggu (4/1), semua stan sudah harus dibongkar sendiri oleh para pemilik stan. Pihaknya menargetkan pada hari Minggu itu kawasan Alun-Alun Utara Jogja sudah bisa kem-bali bersih. Dan jika ada yang memaksa stannya masih berdiri, pihaknya siap melakukan pem-bongkaran paksa. (pra/laz/ong)