FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
PILIHAN UTAMA: Seorang pengguna jasa Pos Indonesia tengah mengirimkan surat di kantor pos. tren bisnis kantor pos terus naik, seiring meningkatnya bisnis online.

Selama Tahun 2014, Pendapatan Rp 4,364 M

MAGELANG – Pertumbuhan bisnis Kantor Pos Magelang ter-jadi peningkatan hingga 5,85 persen. Jumlah ini dibanding pendapatantahun sebelumnya.Perusahaan milik negara ini meyakini tetap mampu tumbuh di tengah persaingan bisnis pengi-riman surat dan barang. Apalagi perusahaan plat merah ini mampu melakukan diversifikasi bisnis dengan membuka usaha baru.Kepala Kantor Pos Magelang Agus Sulistyo mengatakan, kinerja pe-rusahaan yang dipimpinnya masih menjadi favorit masyarakat di Indonesia. Termasuk Magelang untuk berkirim barang atau uang.”Aktivitas paling dominan masih di sektor mail atau surat-menyurat dan logistik alias pengiriman barang.
Selanjutnya, transaksi keuangan atau bidang payment dari pem-bayaran listrik, pulsa, wesel, hing-ga pajak,” jelas Agus, kemarin (4/1).
Didampingi Manajer Penjualan PT Pos Magelang Totok Sumanto, Agus menyebutkan angka yang cukup fantastis. Selama 2014, penda-patan dari dua sektor mail dan logistik mencapai Rp 4,364 miliar dengan jumlah item sebanyak 196.488 buah. Jumlah tersebut naik 5,85 persen dari tahun 2013 yang mencapai Rp 4,108 miliar dengan jumlah barang 204.570 buah.”Dari jumlah barang memang menurun. Karena banyak yang kapasitasnya kecil. Meski begitu, nilai rupiahnya meningkat yang dihitung dari berat atau nilai ba-rangnya,” ungkapnya.
Menurut Agus, dari sekian ba-nyak pengiriman, barang hasil bis-nis online cukup marak di Magelang. Aktivitasnya meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membantu peningkatan kinerja perusahaan.”Tren bisnis online meningkat, sehingga mempengaruhi jasa pengiriman PT POS ikut melonjak. Frekuensinya juga cepat, hampir setiap hari ada barang kiriman dari penjual ke pembeli. Saya melihat aktivitas ini akan meningkat lagi di 2015,” katanya.
Akhir 2014, aktivitas pengiriman lebih tinggi dari bulan biasanya. Peningkatan bisa 4-5 persen, ka-rena banyak perusahaan yang membayarkan pajaknya melalui kantor pos.”Selama dua bulan, November-Desember rata-rata tinggi untuk payment. Karena mereka menge-jar waktu agar tidak terlambat dalam membayar pajak di akhir tahun. Untuk pengiriman barang, paling banyak paket Natal dan tahun baru ke berbagai daerah,” katanya. (dem/hes/ong)