Utamakan yang Dekat dengan JJLS

BANTUL – Rencana penutupan seluruh tambak udang ilegal di pesisir selatan akan dilaksanakan hari ini. Semula, penutupan dilakukan 31 Desember 2014 lalu. Penun-daan ini diambil karena ada persoalan teknis. Bupati Bantul Sri Surya Widati menegaskan, semula pemkab memang bakal menutup tambak udang ilegal pada tanggal 31 De-sember. “Kemudian diundur tanggal 5 (Se-nin) karena tanggal 1 libur. Terus tanggal 2 itu kan hari Jumat,” terang Ida beberapa waktu lalu.
Lamanya libur panjang pada awal tahun inilah yang menjadi penundaan penutupan sekaligus upaya relokasi tambak-tambak udang ilegal ke wilayah Wonoroto, Gadingsari, Sanden.Meski demikian, rencana penutupan per-tama akan tetap menyasar ke tambak udang ilegal yang berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan (JJLS). Ini karena penggunaan JJLS dinilai cukup mendesak saat ini. Kebi-jakan penutupan ini juga akan dilakukan secara bertahap, yaitu setiap 10 hari sekali. “Tambak-tambak udang yang berada di area konservasi gumuk pasir, dan penangkaran penyu. Lalu juga tambak yang melanggar garis sempadan pantai dan sungai,” urainya.
Ida menerangkan, teknis penutupan be-rada di tangan tim yang akan diterjunkan saat penertiban. Tim ini meliputi Polres Bantul, dandim 0729, Satpol PP, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum hingga Badan Ling-kungan Hidup.Pasca penertiban, ratusan petak tambak udang ilegal ini akan direlokasi ke wilayah Wonoroto. Pemilihan area relokasi ini ber-dasarkan rekomendasi tim dari pemprov dan pemkab. “Karena cukup luas (lokasi-nya) nanti diperlukan amdal,” ungkapnya.Selain itu, lanjut Ida, pihak Keraton Jogja juga menyarankan kepada para pemilik tambak udang yang direlokasi agar mengu-rus surat kekancingan. (zam/din/ong)