AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
INOVATIF: Melalui penelitian dengan eksperimen berkali-kali, para mahasiswa UNY ini berhasil menciptakan inovasi masker dari kulit terong. Manfaat masker ini merangsang dan meningkatkan laju peremajaan sel, sehingga kulit tampak lebih segar dan lebih muda.

Merangsang Peremajaan Sel, Kulit Menjadi Lebih Segar

JOGJA – Terong banyak dite-mukan di Indonesia. Hanya saat ini pemanfaatan terong masih sebatas pada buahnya, sedang-kan untuk kulit terong dibuang begitu saja sebagai limbah. Padahal, terong ungu (Solanum-melongena L) memiliki beber-apa komponen yang baik untuk kesehatan. Warna biru atau ungu, seper-ti pada terong ungu merupakan petunjuk berlimpahnya kandun-gan antosianin. Manfaatnya adalah merangsang dan mening-katkan laju peremajaan sel, sehingga kulit tampak lebih segar dan lebih muda. Selain itu juga menyusutkan kemungkinan terkena kanker.
Mengetahui manfaat kulit terong ini, mahasiswa FMIPA UNY pun tertarik melakukan penelitian. Hasilnya, kulit terong dapat di-manfaatkan untuk masker kulit yang berguna untuk kecantikan dan perawatan wajah. Para pe-neliti ini ialah Alvionita, Isna-huriyawati, Isnaeni Widiastuti, (mahasiswa Prodi Pendidikan IPA) dan Winda Dwi Astuti dari Program Studi Pendidikan Matematika.”Kandungan vitamin E di dalam kulit terong mampu meningkat-kan elastisitas dan kelembaban kulit, mencegah proses penua-an dini, dan melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet,” kata Alvionita, pekan lalu.
Pembuatan masker kulit terong relatif mudah, sehingga semua orang bisa membuatnya terma-suk para petani terong atau pun home industry. Langkah pertama membuat masker kulit terong ungu adalah kulit terong diha-luskan hingga menyerupai bubuk dan tepung beras. Untuk bubuk kulit terong dilakukan dengan menyeleksi terong ungu yang masih bagus dan membersihkan terong ungu dengan mencucinya pada air mengalir. Selanjutnya, mensterilisasi tangan dengan menyemprotkan alkohol 70 persen pada telapak tangan. Lalu mengupas kulitnya dan mengeringkan kulit terong ungu dengan pengeringan ma-tahari dan ditutupi kain kasa.
Setelah kulit terong ungu kering, dilanjutkan memblender kulit terong ungu yang sudah dike-ringkan hingga menjadi bubuk. Langka berikutnya, menyaring kulit terong yang telah diblender. Untuk tepung beras caranya memilih beras yang berkualitas baik. Merendam beras itu dengan air selama satu malam. Lalu, menumbuk beras yang telah direndam kemudian me-nyaring beras yang telah dit-umbuk. “Tepung beras bergu-na sebagai media perekat masker,” jelasnya.
Penyelesaian pembuatan mas-ker kulit terong ungu yaitu dengan menimbang bubuk kulit terong dan tepung beras. Mencampur-kan kulit terong dan tepung beras dengan perbandingan 6 : 4. Setelah itu menambahkan lima tetes essence dan satu tetes pengawet propilen glikol. Ke-mudian mengaduk sampai rata dan melakukan pengemasan.Isnaeni berharap, teknologi inovasi masker kulit terong ini dapat dibuat secara masal, se-hingga membuat nilai jual terong petani menjadi tinggi, dan nanti-nya petani dapat sejahtera.
Selain itu, industri kulit terong dapat membuka lapangan peker-jaan. “Sehingga dapat menekan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan tingkat pendapa-tan masyarakat, khususnya pe-tani,” jelas Isnaeni. (*/laz/ong)