Pemkab Minta Anggaran Danais Rp 300 M

WONOSARI – Masalah terberat yang dihadapi Pemkab Gunung-kidul untuk memuluskan proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) adalah anggaran pembebasan lahan. Alasannya, Anggaran Penda-patan Belanja Daerah (APBD) yang ada selama ini dianggap sangat minim. Karena itu, memerlukan gelontoran dana dari luar.
Asisten Sekda Bidang Perekono-mian dan Pembangunan Pemkab Gunungkidul Supriyadi mengata-kan, panjang JJLS yang melintasi wilayahnya mencapai 88 kilometer. Ruas jalan itu membentang mulai Kecamatan Purwosari hingga Rongkop. Untuk pembebasan lahan, membutuhkan anggaran cukup besar. Bahkan nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. “Untuk itu kami mengajukan anggaran sebe-sar Rp 300 miliar melalui dana keistimewaan (danais) untuk me-nyelesaikan pembebasan lahan JJLS,” kata Supriyadi akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, pengajuan ang-garan itu akan dimasukkan pada 2016 mendatang . Sebab untuk tahun ini danais yang diterima nilainya tidak terlalu besar,hanya sekitar Rp 18,9 miliar. Dana tersebut masih banyak digunakan untuk bidang kebudayaan. “Semoga usulan kami ini bisa disetujui,” harapnya.Menurutnya, Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berharap jalan penghubung pesisir selatan Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan tersebut bisa diselesaikan pada 2017.
Maka, upaya yang memungkinkan bisa dilakukan supaya proses pembebasan lahan cepat selesai adalah dengan mengajukan anggaran pembebasan lahan melalui dana keistimewaan.Untuk itu jika pengajuan dise-tujui, anggaran dari danais selain digunakan untuk pembebasan lahan JJLS yang panjangnya ma-sih sekitar 56 kilometer juga akan digunakan untuk pembangunan konstruksi seperti, pembangunan jembatan hingga redesain JJLS. “Kami akan usulkan redesain JJLS karena jalurnya (jalur sekarang) berada di sisi selatan pos retri-busi Pantai Baron. Untuk itu, kami berharap usulkan melalui danais bisa disetujui,” terangnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Gunungkidul Eddy Praptono mengungkapkan dari panjang JJLS 88 kilometer, hingga kini pembebasan lahan belum ada separuhnya. “Yang dibebaskan dan diselesaikan pembangunannya baru sekitar 32 kilometer. Jadi, masih cukup panjang yang belum kami bebaskan,” kata Eddy Praptono. (gun/din/ong)