RADAR JOGJA FILE
DAYA TARIK: Potensi alam dan infrstruktur di wilayah Kulonprogo terus dikebut. Ini dilakukan sebagai salah satu daya tarik dan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

Akhir 2014, 12 Investor dengan Nilai Investasi Rp 308,61 M

KULONPROGO-Nilai investasi baru di Kabupaten Kulonprogo akhir 2014 mencapai Rp 308,61 miliar. Dengan pe-rincian hingga Oktober 2014 tercatat Rp 217,11 miliar berdasarkan 11 izin prinsip investasi baru yang masuk. Ditambah satu izin prinsip investasi usaha kawasan industri sebesar Rp 91,5 miliar di De-sember 2014. “Jadi selama 2014, ada 12 investor yang menanamkan modalnya di Kulonprogo. Total investasi mencapai Rp 308,61 miliar,” terang Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan, kemarin (4/1).
Agung menjelaskan, jumlah tersebut masih sementara dan ada kemungkinan bertambah. Sebab, pendataan investasi 2014 akan dilakukan awal Januari 2015. Itu meliputi jumlah investasi baru dan penambahan investasi dari kegiatan per-usahaan yang sudah beroperasi seperti PT JMI (pasir besi) dan CV KHS (produsen traktor Quick). “Dari 12 investor baru tersebut seluruhnya sudah pasti menanamkan modal di Kulonprogo karena sudah mela-kukan pembebasan lahan. Dari 12 in-vestor tersebut antara lain perusahaan pabrik biofarmaka dan kosmetik, usaha pertanian herbal terpadu, usaha kawasan industri di sentolo, garmen, dan perhotelan,” jelasnya.
Ditambahkan Agung, selain 12 investor tersebut, ada juga 15 investor yang tengah penjajagan sebelum resmi menanamkan modalnya. Minat mereka terekam dalam paparan peluang investasi di Kulon-progo dalam seminar Jogja Investing yang digelar Bank BPD DIJ di Jogjakarta belum lama ini. “Investor-investor itu antara lain bergerak di bidang perumahan, perhotalen, asphalt mixing plant (AMP), resort, serta pergu-ruan tinggi yang akan membangun kampus di Banguncipto Sentolo dan Kaligintung Temon,” imbuhnya.
Pemkab Kulonprogo juga terus berupaya memberikan informasi lebih luas kepada investor maupun calon investor terkait po-tensi dan peluang investasi di Kulonprogo. Salah satunya dengan menggelar talkshow “Peluang Investasi di Kulonprogo,” di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo dengan keynote Bupati Hasto Wardoyo dan sejumlah narasumber, hari ini. Dirut PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo juga akan menjadi salah satu narasumber dalam talkshow tersebut.
Dia akan memaparkan peluang investasi pembangunan bandara di Kulonprogo. Guru Besar FE UGM Prof Mudrajat Kuncoro akan memaparkan mengelola potensi peluang dan tantangan, serta Ketua Kadin DIJ HR Gonang Djulistono akan memaparkan kesiapan pengusaha lokal terhadap dinamika investasi.”Acara itu akan diikuti sebanyak 220 pe-serta. Terdiri dari investor, calon investor, perbankan, dan organisasi profesi sebanyak 141 orang, UMKM 36 orang, dari SKPD dan tamu undangan 33 orang, serta pejabat Pem-prov Jateng, Magelang, pengusaha dari Kali-mantan dan sebagainya. Termasuk 15 calon investor yang sedang menjajagi berinvestasi di Kulonprogo juga kami undang,” bebernya.
Bupati Hasto menyatakan, tahun 2015 pemkab berharap mega proyek akan segera berjalan. Seperti pembangunan bandara, PT JMI segera menyelesaikan pemagaran area pabrik dilanjutkan peletakan batu per-tama, dan pelabuhan diharapkan difungsikan dengan pengerukan alur sehingga kapal-kapal ikan bisa masuk.Menurut Hasto, megaproyek merupakan salah satu harapan untuk memajukan Kulonprogo, terlebih akan sangat men-dukung roda perekonomian dan pembangu-nan.
Selaras dengan pembangunan me-gaproyek, Bupati Hasto juga menargetkan pengembangan pembangunan di seluruh wilayah pedesaan dan pegunungan di Kulonprogo. “Seperti fasilitas layanan air bersih di wilayah pegunungan terus kami tingkatkan, agar masyarakat yang ada di wilayah pegunungan dapat menikmati air bersih secara optimal,” tandasnya. (tom/din/ong)