Rekanan Berdalih Dilaksanakan selama Masa Pemeliharaan

MAGELANG – Kritikan terhadap Pasar Rejowingangun yang mulai rusak dijawab pelaksana pembangunan, PT Armada Hada Graha (AHG).Pihak PT AHG menegaskan sudah me lak-sanakan tugasnya memperbaiki selama setahun terakhir, pascaselesainya peker-jaan pada akhir 2013. Semua dilakukan, mulai perbaikan pipa hingga atap yang bo-cor. Perbaikan dilakukan sebagai wujud tanggung jawab selama masa peme-liharaan.”Kami sudah melakukan banyak sekali perbaikan selama masa pemeliharaan yang berlangsung setahun ini. Persoalannya, sering kali sulit dibedakan, antara perbaikan yang kami lakukan karena ada masalah teknis dengan adanya kesalahan operasional dari pengguna,” kata Dwi P, Pelaksana Lapangan PT AHG, kemarin (4/1).
Pria yang tinggal di Mertoyudan Kabu paten Magelang ini mengaku, harus berkali-kali memperbaiki pipa yang macet dari los daging.”Masalahnya, pipa yang macet atau bumpet bukan karena pecah atau ada masalah teknis seperti kesumpelan semen Setelah kami bongkar, ditemu-kan pembalut wanita yang nyumpel. Bahkan, pernah ada ikan lele besar yang nyumpel. Juga bulu-bulu ayam dalam jumlah banyak. Artinya, ada kesalahan dalam operasional, bukan masalah teknis,” ungkap Dwi.
Dwi mengaku pernah minta pihak Dinas Pengelola Pasar (DPP) melakukan sosialisasi terhadap hal-hal operasional pasar. Harapannya, tidak lagi ditemukan hambatan atau masalah, karena adanya kesalahan saat pemakaian.”Sosialisasi sudah dilakukan, tetapi masalah pipa bumpet masih saja ditemui. Tapi ya itu tadi, ke-temunya karena adanya ke salahan operasional,” katanya lagi.
Saat ditanya soal empat surat yang dilayangkan DPP melalui DPU pada rekanan agar ada perbaikan fisik Pasar Rejo-winangun yang cacat, Dwi justru mengaku bingung.”Lha surat itu ditujukan kepada siapa. Kalau kepada kami ya tentunya akan segera perbaiki. Wong kemarin-kemarin, masih dalam masa perbaikan,” dalih-nya.
Ia mengaku, soal perbaikan pasar, PT AHG selalu mengu-tamakannya. “Kami tidak mesti harus pakai surat. Kalau Kepala Pasar Pak Purwadi telepon ada kerusakan apa, ya langsung kami perbaiki kok. Baik itu karena teknis maupun kesalahan operasional tadi,” tegasnya.
Sebelumnya, Pasar Rejowiangun masih dipersoalkan sejumlah kalangan. Di antaranya, belum genap setahun beroperasi, kondisi bangunan pasar yang terbakar 26 Juni 2008 dan baru dibangun setelah empat tahun mangkrak sudah banyak dikeluhkan. Se-jumlah titik dianggap tidak re-presentatif, karena atap bocor. Semua itu terungkap saat jajaran Komisi B DPRD Kota Magelang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar yang meng-habiskan anggaran sekitar Rp 63 miliar tersebut.
Saat tu, Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang Waluyo me-ngatakan, beberapa kondisi bangunan Pasar Rejowinangun mengkhawatirkan. Banyak kon-struksi beton yang dinilai tidak sesuai perencanaan. Antara lain, sambungan atap yang kurang rapat dan pembangunan lain yang dinilai belum sempurna.”Banyak pembangunan yang perlu jadi perhatian kami, agar bisa direalisasikan pihak ketiga atau rekanan,” usulnya.
Waluyo mengkritik, PT AHG sebagai rekanan kurang peka menyikapi ketidaksemupur-naan pembangunan. Apalagi, pihak Dinas Pengelola Pasar (DPP) sudah melayangkan surat hingga empat kali pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk diteruskan pada rekanan yang bersangkutan.Kepala DPP Joko Budiono membenarkan saat ini pihaknya melayangkan empat kali surat agar ada perbaikan fisik Pasar Rejowinangun yang cacat.”Sudah mengirim empat surat ke DPU. Dari DPU sudah dikirim ke rekanan, tetapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” katanya. (dem/hes/ong)