SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
MENGGUGAH SELERA: Inilah salah satu kreasi masakan berbahan belut yang disajikan dalam festival kuliner di Pusat Kuliner Belut Godean kemarin (4/1). Kegiatan ini untuk menambah variasi menu, demi menarik wisatawan.

Buktikan Tak Hanya Dibuat Keripik

GODEAN- Sedikitnya 23 menu olahan belut tersaji di Pusat Kuliner Belut, Godean kemarin (3/1). Sajian itu ada pada festival kuliner yang pertama kali digelar di pusat oleh-oleh spesialis belut itu.Sejak berdiri, Pusat Kuliner Belut yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu ikon wisata Kabu-paten Sleman belum berjalan optimal. Terlebih sebagian besar produk yang tersedia hanya keripik belut. Hampir semua pedagang di tempat tersebut menjajakan camilan kering itu.
Nah, lomba kuliner bertajuk ” Festival Memasak Belut” hadir untuk menambah variasi menu,demi menarik wisatawan. “Semoga program ini kontinyu dan rutin digelar sebagai ajang promosi,” ungkap pembudidaya belut Agus Subagyo.
Petani sekaligus aktivis agrobisnis itu menuturkan, saat ini para pelaku bisnis belut masih kesulitan bahan baku sehingga harus mendatangkannya dari luar Sleman. Dengan banyaknya ajang promosi, Agus berharap pertumbuhan produk belut lokal meningkat. Aneka kegiatan kuliner belut akan memacu para petani untuk meningkatkan produksi bahan mentah untuk disuplai ke Pusat Kuliner Belut.
Selama ini, belut kurang dilirik petani untuk dibudidyakan karena dianggap kurang laku di pasaran. “Ajang ini tentu harus disambut baik supaya memiliki efek positif lebih luas,” katanya.
Selain keripik atau belut goreng, masyarakat hanya mengenal mangut belut. Padahal, saat ini lebih banyak variasi yang bisa dibuat dengan mengkreasi menu. Seperti di festival tersebut. Ada tongseng, rica-rica, hingga burger belut. Ada pula asam manis belut, bkso, nuget, rendang, dan garang asam belut.Kepala Dinas Pasar Tri Endah Yitnani menuturkan semua hasil olahan harus berbahan dasar belut. Alasannya, untuk mencirikan produk oleh-oleh utama di kawasan Godean. “Ini yang membedakan dengan festval kuliner umumnya,” ungkapnya.
Endah berharap, festival tersebut bukan hanya menjadi sarana promosi penarik wisatawan, tapi sekaligus menggugah minat pedagang ma-sakan belut mengisi kios dan lapak yang masih kosong. Bahkan, selama ini tak satupun pedagang menyajikan menu lain kecuali keripik belut. Menu masakan hanya muncul saat ada acara tertentu di Pusat Kuliner Belut. Karena itu, Endah berencana menggelar even serupa minimal dua kali setiap tahunnya.
Festival dibuka Bupati Sleman Sri Purnomo (SP). Bupati optimistis festival berdampak positif bagi pengembangan sentra belut Godean. Khususnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat. “Ternyata belut bisa diolah bukan hanya menjadi keripik. Tapi aneka menu lain yang tidak kalah lezat dan layak jual,” katanya.
SP mengakui jika sebaian besar bahan baku belut dipasok dari luar Sleman. Karena itu, SP mendorong para petani agar lebih maksimal membudidaya-kan belut untuk mencikupi kebutuhan pasar. SP menginstruksikan Dinas Pertanian,Perikanan, dan Kehutanan turun tangan dalam optimalisasi budidaya belut lokal. (yog/din/ong)