Lalui Jalur Kongres, Pilih PK ke Ketum

SLEMAN – Para pemain PSS Sleman yang terkena sanksi aki-bat skandal sepak bola gajah sepertinya harus lebih lama menunggu nasib mereka. Sebab, PSS Sleman akhirnya tidak me-nempuh jalur pemutihan huku-man lewat Kongres Tahunan PSS yang diadakan di Hotel Boro-budur Jakarta kemarin (4/1).
Delegasi PSS dalam kongres, Puji Prasetyo dan Supardjiono ternyata sama sekali tidak mengajukan penambahan agen-da kongres. Walhasil, hanya ada satu agenda tambahan yang akhirnya dimasukkan, yaitu pe-nentuan waktu kongres pemi-lihan Ketua Umum (ketum) dan Komite Eksekutif (Komeks) PSSI Periode 2015-2019. Kongres tersebut dihelat di Surabaya 18 April mendatang.
Saat dihubungi kemarin, Puji mengatakan mengajukan pemutuhan lewat kongres sangat beresiko dengan kega-galan. Sebab, belum tentu mayoritas pemilik suara di kongres tahunan setuju dengan adanya agenda ini.”PSIS pun tidak mengajukan penam-bahan agenda ini. Karena ini hanya me-nyangkut kepentingan segelintir klub, boleh jadi penambahan agenda pembahasan sanksi pemain ter-kait kasus sepak bola gajah tidak dianggap penting,” ujarnya.
Apalagi, bila mengacu pada aturan normatif, pemutihan hukuman terhadap pemain se-harusnya tidak bisa ditempuh lewat kongres. Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, hukuman yang dijatuhkan badan peradi-lan PSSI hanya dapat direvisi melalui Peninjauan Kembali (PK) ke Ketum PSSI.Puji memastikan langkah ter-sebut sudah ditempuh PSS. Beberapa saat sebelum Kongres Tahunan PSSI digelar, delegasi PSS menyerahkan surat peng-ajuan PK ke salah satu anggota Komeks. “Jadi kami pilih jalur PK saja.
Lebetulan surat peng-ajuannya sudah kami serahkan beberapa saat sebelum kongres digelar. Tinggal kami tunggu kapan ketum sekaligus Komeks PSSI menindaklanjuti PK yang kami ajukan,” jelasnya.
Surat Keputusan (SK) Ko-misi Banding (Komding) PSSI yang berisi penolakan banding terhadap para eksekutor sepak bola gajah serta penggawa-penggawa yang ada di lapangan kala parade gol bunuh diri ter-jadi sudah diterima PSS.Puji menyatakan Komding baru mengirimkan SK itu 30 Desem-ber 2014. “SK Komding juga sudah kami terima kok. Terlambatnya Kom-ding mengirimkan SK itu juga jadi salah satu penyebab menga-pa kami tidak mengajukan pemutihan di kongres. Ya, kami tak punya cukup waktu mem-pelajari surat tersebut sebelum kongres dihelat,” imbuhnya.
Kapten PSS Sleman musim lalu Anang Hadi mengatakan dirinya tetap sabar menunggu kejelasan nasib dari PSS. Ia op-timistis pengajuan PK kepada Ketum PSSI akan membuahkan hasil menggembirakan. “Saya yakin Ketum dan para anggota Komeks bisa bersikap arif,” imbuh eks pengusung nomor punggung delapan ini.
Jika nantinya terlepas dari sanksi lima tahun Anang siap kembali membela PSS. Dengan skuat tenaga dia bakal mem-bantu Super Elja mewujudkan mimpi yang tertunda, yakni promosi ke Indonesian Super League (ISL). “Saya siap kem-bali membela PSS. Impian mu-sim lalu yang tertunda bakal saya bantu untuk wujudkan,” tegasnya. (nes/din/ong)