HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SABOTASE: Warga Jatimalang menduduki TPR Objek Wisata Pantai Jatimalang sebagai protes atas pencoretan anggaran pembangunan pantai.
PURWOREJO – Puluhan warga Jatimalang, Purwodadi mendu-duki pintu masuk objek wisata Pantai Jatimalang, kemarin (4/1). Aksi mereka merupakan wujud kekecewaan akibat dicoretnya anggaran pembangunan kawasan pantai pada APBD 2015 oleh DPRD.
Kepala Desa Jatimalang Su-warto menegaskan, warga geram karena pemkab sudah melaku-kan sosialiasi pada masyarakat, bahwa pembangunan pantai Jatimalang segera dilaksanakan. Warga berharap banyak adanya pengembangan objek wisata pantai Jatimalang. Namun, kini dimentahkan DPRD dengan mencoret anggaran pembangu-nan di APBD 2015. “Jika kunjungan ke pantai me-ningkat karena kawasan wisata dibangun, penghasilan warga setempat ikut meningkat. Baik dari nelayan maupun warga yang memiliki warung makan, serta area parkir. Selain itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Purworejo juga dari sini, kenapa dicoret,” kritiknya.
Suwarto menambahkan, saat sosialisasi pemkab mempresenta-sikan total anggaran yang dikucur-kan untuk pengembangan objek wisata pantai Jatimalang mencapai Rp 10 miliar dengan dana APBD II.”Rencananya anggaran cair ber-tahap dari tahun 2014 hingga 2017. Baru setahun proses pembangu-nan berjalan, tahun ini anggaran-nya malah dicoret,” imbuhnya.
Akibat pencoretan beberapa bangunan yang dibangun pada 2014 dipastikan mangkrak. Bangunan tersebut, di antaranya kios kuliner yang baru dibangun sekitar 30 per-sen. Kios-kios kuliner tersebut baru dikerjakan 15 kios. Kini baru ber-wujud bangunan belum ada insta-lasi listriknya. Kadus Jatimalang Warso yang juga pemilik warung makan di tepi pantai mengungkapkan hal senada. Menurutnya, bentuk ke-kecewaan warga, akhirnya men-duduki TPR. Pengunjung pantai bisa masuk kekawasan pantai tanpa dipungut biaya retribusi.
Warso menginginkan audiensi dengan DPRD, baik dengan badan anggaran (Banggar) maupun Ko-misi C. Kabid Pariwisata Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata Purworejo Lilos Ang-gorowati yang hadir menemui warga Jatimalang enggan berko-mentar banyak. Ia mengatakan, pemkab diperkirakan kehilangan PAD antara Rp 1 juta – Rp 4 juta setiap hari.(tom/hes/ong)