Sikapi dengan Persuasif, Jumlah Makin Menurun

JOGJA – Persoalan geng pelajar yang kerap meresahkan masyara-kat menjadi perhatian khusus Pol-resta Jogja di tahun 2015 ini. Pihaknya menargetkan ada sekitar 24 geng pelajar yang sering beraksi di wi-layah hukum Polresta Jogja segera masuk dalam target polisi.
Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso mengatakan, keberadaan geng pelajar di wi-layah hukum Polresta Jogja telah disikapi sejak awal. Salah satunya dengan berbagai kegiatan. Diakuinya, sejak awal tahun lalu ada sebanyak 42 geng pelajar. Jumlah itu menurun setelah pi-haknya rutin menggelar razia dan kegiatan yang melibatkan mereka. “Awal tahun lalu jumlahnya ada 42 geng pelajar. Jumlah bisa men-urun. Lalu di pertengahan tahun menjadi 35 geng pelajar, semen-tara akhir tahun menjadi 24 geng pelajar,” kata Slamet kemarin (5/1).
Kemudian untuk mengurangi jumlah geng pelajar di Kota Jogja, pihaknya menegaskan tidak muluk-muluk dalam upaya itu. Cukup dilakukan secara bertahap sehingga seiring ber-jalannya waktu, jumlah tersebut bisa berkurang. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya bahwa tahun ini jum-lah itu bisa terus berkurang. “Pada prinsipnya kami lakukan secara bertahap. Setiap tahunnya bisa berkurang jumlah geng pe-lajar. Pada akhirnya aktivitas (geng pelajar) itu sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Memang bukan perkara mudah membasmi aktivitas geng pelajar yang kerap meresahkan masyara-kat. Dibutuhkan sinergitas yang apik antara berbagai pihak. Tentu, tugas ini tidak hanya dipikul ke-polisian saja. Masyarakat juga diminta berperan aktif. Polresta Jogja sendiri melakukan deteksi dini untuk mencegah timbulnya geng pelajar di wilayah Kota Jogja. Lalu, sebagai efek jera kepada mereka yang terlibat geng pela-jar, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dimasukkannya ke dalam catatan kriminal ke-polisian.
Setiap pelajar yang berkelompok dan melakukan tindakan mengganggu kamtib-mas, akan dimasukkan dalam Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). “Yang jelas nama mereka masuk dalam catatan hitam kami. Data lengkap mereka sudah masuk dalam pusat pengolahan data ke-polisian,” kata dia. (fid/laz/ong)