GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BONGKAR SENDIRI: Para pekerja sedang mengangkat wahana permainan ke atas truk setelah dilakukan pembongkaran stan, kemarin.
Belum Semua Penyewa Membongkar StannyaJOGJA – Meski sudah mele-bihi satu hari dari batas waktu yang ditetapkan, belum semua stan di arena Sekaten, Alun-Alun Utara, Jogja, dibongkar. Hingga kemarin siang (5/1) masih ba-nyak stan yang berdiri, bahkan terdapat beberapa stan yang membuka dagangannya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2014 Suyana mengatakan, untuk pengawasan pembongkaran stan Sekaten merupakan ranah Dinas keter-tiban (Dintib). Meskipun begitu, pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada para penyewa stan untuk segera mem-bongkar.”Sabtu (3/1) sudah diberi pe-ringatan untuk membongkar, nanti Dintib yang akan melak-sanakan,” ujar Suyana kemarin (5/1)
Ditambahkan, pihaknya saat ini juga masih menunggu pelu-nasan pembayaran sewa stan. Menurutnya, masih terdapat beberapa penyewa stan yang mundur pembayarannya. Seha-rusnya semua biaya sewa stan Sekaten sudah dibayarkan se-belum penutupan, tetapi pi-haknya memberikan waktu hingga akhir minggu ini. “Masih ada beberapa, tidak banyak,” ujar Kepala Dinas Per-industrian Perdagangan Kope-rasi dan Pertanian (Disperin-dagkoptan) Kota Jogja tersebut.
Untuk itu pada penyelenggara-an Sekaten berikutnya, pihaknya akan memperbaiki model pendaf-taran. Semua penyewa stan di-minta melunasi semua biaya saat mendaftar. Hal itu juga untuk menghindari penagihan tung-gakan, yang diakui menghabiskan waktu dan energi. “Kalau bisa besok bayar di depan, karena ini juga business to business,” jelasnya.
Pendapatan dari hasil sewa stan Sekaten kali ini sendiri melebihi target. Hingga kemarin pendapa-tan dari sewa stan Sekaten sudah mencapai Rp 1,4 miliar, melebihi target Rp 1 miliar. Dalam penye-lenggaraan Sekaten ini juga ter-dapat delapan penyewa yang mengundurkan diri. Sementara itu Kepala Dintib Kota Jogja Nurwidi Hartana menga-ku sudah memberi peringatan kepada para penyewa untuk mem-bongkar stan pada Minggu malam. Pihaknya memberi tenggat waktu hingga pukul 24.00 WIB. “Sudah kami peringatkan dan langsung dibongkar, kami juga terjunkan 20 petugas untuk membantu pem-bongkaran,” ujar Nurwidi.
Dikatakan, pihaknya melaku-kan pendekatan persuasif. Saat ini para penyewa stan, juga lebih sadar dengan membongkar sen-diri stannya. Bangunan yang masih berdiri hanya tinggal di-angkut saja dan dirinya memas-tikan Selasa ini (6/1) Alun-Alun Utara sudah steril dari bangunan. “Tahun ini lebih baik dari sebe-lumnya, dulu waktu toleransi sampai seminggu,” ujarnya.
Dari pengamatan Radar Jogja Senin siang, belum semua stan Sekaten membongkar secara mandiri. Stan permainan se-perti bianglala, bahkan masih tegak berdiri. Selain itu bebera-pa stan fesyen dan kuliner juga masih buka dan menjajakan daganganya. “Ini sudah dalam proses pembongkaran, tapi ka-lau ada pembeli yang datang, ya tetap dilayani,” ujar Tarigan, sa-lah seorang penjual pakaian. (pra/laz/ong)