ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BANYAK TEMUAN:Wakil rakyat melihat langsung sudut bangunan gedung baru DPRD di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Selain itu, mereka juga melakukan sidak pembangunan stadion yang ada di perbatasan Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan
MUNGKID – Wakil rakyat Kabupaten Magelang melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin (5/1). Beberapa proyek pembangunan fisik menjadi sasaran sidak. Di antaranya, gedung baru DPRD yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Selain itu, juga mengunjungi pembangunan stadion di perbatasan Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan
Di gedung baru dewan, para wakil rakyat melihat kondisi gedung dari luar. Mereka terlihat memperhatikan kualitas bangunan dan dinding gedung. Selain mengunjungi gedung, stadion olahraga tak luput dari tinjauan. Saat ke stadion, kondisinya tak seperti yang dikatakan eksekutif. Pembangunan stadion ternyata belum selesai. DPRD menemukan pembangunan masih berlangsung. Sejumlah pekerjaan masih dikerjakan.
H.Sahid, salah satu anggota DPRD mengatakan sejumlah pekerjaan dianggap memiliki kualitas kurang baik. Di antaranya, pada sejumlah plafon yang ter-lihat sudah jebol.”Bagian lintasan juga retaknya semakin parah. Tembok yang belum selesai juga sudah dicat,” kata Sahid.
Selain itu, proyek yang digarap PT Armada Hada Graha (AHG) selaku penyedia juga masih menyelesaikan sejumlah peker-jaan. Ketua tim sidak Muhammad Adib menjelaskan, pem bangunan yang diklaim selesai oleh DPU ESDM ternyata sampai sekarang belum selesai. Sejumlah pekerjaan yang tengah diselesaikan adalah pemadatan dan pemerataan permukaan area parkir.
Kemudian, pemasangan paving block di halaman depan dan pintu gerbang keluar masuk stadio. “Pintu gerbang juga belum selesai,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, ia juga men-dapati sejumlah pekerjaan di dalam bangunan gedung yang belum selesai. Di antaranya, pelapisan tembok bagian dalam dan pagar. Dengan banyaknya pekerjaan tersebut, ia mem-prediksi tidak akan selesai dalam sebulan ke depan. Islahudin, anggota lainnya men-desak rekanan bekerja maksimal dan segera menyelesaikan pe-kerjaan stadion. Ia juga minta kualitas pembangunan juga di-perhatikan. Islahudin berharap, pemeriksa pekerjaan juga me-mantau secara berkala kegiatan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 41 miliar tersebut.”Jika pengawas bekerja mak-simal, kegiatan ini pasti me miliki kualitas baik,” kritiknya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Tri Hatmanto membenarkan pekerjaan belum bisa diselesaikan akhir tahun lalu. Menurutnya, pekerjaan hanya menyisakan finising di sejumlah titik.Hatmanto memprediksi per-tengahan bulan ini seluruh pe-kerjaan bisa diselesaikan. Ia juga mengaku masih memiliki waktu enam bulan untuk masa perawatan.Seperti diketahui, pembangu-nan stadion menyerap dana Rp 41 miliar dari APBD 2012-2014. Dana tersebut untuk pengadaan tanah sekitar 4,6 hektar sebesar Rp 8 miliar dan pengerjaan fisik Rp 33 miliar.
Tahap pertama, membangun tribun timur sepanjang 104 meter dan lebar 16 meter dan struktur bawah tribun barat (104 x 24 meter). Pekerjaan rampung akhir Desember 2012 dan menelan Rp 3,8 miliar.Tahap kedua hingga 31 Desem-ber 2013. Yakni, membangun drainase, pagar keliling, lapangan sepak bola, dan lintasan lari, serta menuntaskan sisa hasil pekerjaan tahap pertama. Dana yang dialokasikan sebesar Rp 19,1 miliar. Tahap ketiga Rp 9,086 miliar lebih. (ady/hes/ong)