RADAR JOGJA FILE
KANDIDAT: Raja Isa (kiri) dan Widyantoro menjadi nama yang dikabarkan akan diinterview manajemen PSS Sleman.

Kandidat Pelatih Mengerucut, Raja Isa Ikut Melamar

Tidak lama lagi PSS Sleman bakal memiliki pelatih definitif. Setelah melakukan kajian terhadap beberapa pelamar, Manajemen Baru Super Elang Jawa (Super Elja) akhirnya sudah memiliki calon yang akan diinterview.
DHANESWARA, Sleman
KEPASTIAN ini disampaikan Manajer PSS Sleman Haru Setiawan. Usai menimbang-nimbang pihaknya bisa menemukan beberapa nama yang dianggap pas menjadi pembesut klub kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) tersebut. Kemungkinan akhir pekan ini atau awal pekan depan calon-calon tersebut dipanggil.”Ya, kami sudah menemukan beberapa kandidat yang pas. Nama-nama ini sudah mengerucut. Kami tinggal memanggil mereka saja untuk kami mintai visi dan misinya terhadap Super Elja,” jelasnya.
Nama pelatih yang sudah pasti diwawancara sendiri hanya berjumlah dua orang. Sayangnya, Haru enggan menyebutkan siapa sosok yang bakal bertarung memperebutkan kursi gaffer Laskar Sembada.Dalam beberapa pekan terakhir, nama Widyantoro paling banyak dijagokan mengisi tempat yang ditinggalkan Herry Kiswanto. Apalagi pria Magelang ini mendapat dukungan penuh dari Slemania, salah satu kelompok suporter PSS. “Soal namanya saya belum mau sebut dulu. Nanti juga akan terbuka sendiri. Intinya kandidat yang sudah saya kantongi ada dua,” jelasnya.
Kandidat yang bertarung di babak akhir mungkin bisa bertambah satu. Sebab ada salah satu sosok berpengalaman yang juga mencoba peruntungan menjadi pembesut Super Elja. Dia adalah pelatih asal Malaysia yang sempat menukangu Persipura Jayapura, Raja Isa.Dengan pengalaman yang dimiliki Raja Isa, Haru tidak menutup kemungkinan memasukannya ke dalam salah satu kandidat pelatih yang masuk seleksi tahap akhir. Apalagi Raja Usa cukup dikenal sebagai pelatih yang cakap dalam melakukan pemilihan pemain.”Raja Isa juga melamar ke PSS. Dia pelatih yang juga sangat terkenal. Pastinya dia saya pertimbangkan untuk masuk sebagai salah satu calon yang diwawancara,” jelasnya.
Di bagian lain, Haru mengaku sudah menerima kabar soal waktu kick off dan format Divisi Utama 2015 dari PT Liga Indonesia (PT LI). Mantan manajer klub amatir BSA Fajar Grup ini mengatakan Divisi Utama musim memang ditunda ke Bulan Maret.Meskipun diundur, PSS tidak boleh bersantai dalam mempersiapkan tim, Pasalnya, Divisi Utama 2015 akan sangat berat karena ada 20 klub yang terdegradasi ke Liga Nusantara.”Grupnya ada enam. Jika di babak penyisihan kami peringkat enam atau tujuh, sepertinya harus mengucapkan selamat tinggal pada kompetisi profesional, Karena itulah persiapan jelas harus matang,” bebernya,
Terpisah, sesepuh sepak bola Sleman Sukidi Cakrasuwignya meminta agar manajemen PSS serius memperjuangkan nasib para pemain yang terkena sanksi skandal sepak bola gajah. Pria yang akrab disapa Mbah Kidi ini berharap Soekeno, selaku Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) dan jajarannya tidak hanya berpangku tangan menunggu langkah dari Komite Eksekutif (Komeks) PSSI memproses permohonan Peninjauan Kembali (PK). “Jelas harus proaktif. Sebab ini berhubugan dengan mata pencaharian pemain,” tegasnya.Ia sendiri menyesalkan sikap PSS yang tidak memperjuangkan penambahan agenda pemutihan hukuman pemain pada Kongres Tahunan. Seharusnya jauh-jauh hari sebelum kongres manajemen PSS sudah melayangkan surat ke PSSI. (*/din/ong)