Diklaim Banyak Program Penanggulangan Kemiskinan

JOGJA – Wali Kota Jogja Ha-ryadi Suyuti (HS) akhirnya me-nandatangani surat keputusan (SK) Wali Kota tentang peneta-pan keluarga yang menerima kartu menuju sejahtera (KMS) 2015. Penerima KMS 2015 ter-catat sebanyak 18.881 kepala keluarga (KK).
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Din-sosnakertrans) Kota Jogja Hadi Muhtar mengatakan, daftar pe-nerima KMS 2015 ini turun se-besar 7,81 persen dari penerima KMS 2014 yang tercatat seba-nyak 20.481 KK. “Seharusnya memang turun karena sudah banyak program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan,” ujar Hadi kemarin (5/1).
Dalam SK Wali Kota No 433/2014 tertanggal 29 Desem-ber 2014 itu disebutkan total penerima KMS 2015 sebanyak 18.881 KK. Dengan rincian ren-tan miskin sebanyak 12.867 KK, miskin sebanyak 5.983 KK dan fakir miskin sebanyak 31 KK. Dari data penerima tersebut yang paling besar berkurang kelompok miskin, dari 9.365 KK pada 2014 jadi 5.983 KK. “Yang miskin ini naik jadi rentan misk-in setelah mendapat program,” ungkapnya.
Dari total 20.481 KK penerima KMS 2014, hanya 16.460 KK yang kembali menerima KMS 2015. Yaitu sebanyak 11.024 KK untuk kelompok rentan miskin, 5.406 KK miskin serta kelompok fakir miskin sebanyak 30 KK. Jumlah itu ditambah dengan hasil veri-fikasi usulan penerima baru dari wilayah. Dari total 4.962 KK yang diusulkan, hanya 2.421 yang akhirnya ditetapkan. Yaitu untuk kelompok rentan miskin seba-nyak 1.843 KK, miskin 577 KK, dan fakir miskin satu KK. Hadi menuturkan, penetapan data penerima KMS 2015 itu sudah merupakan hasil maksi-mal yang dilakukan. Mulai usu-lan masyarakat, verifikasi hing-ga uji publik sebelum diusulkan ke wali kota.
Kalau ada rasa tidak puas dari masyarakat, jelas Hadi, hal itu merupakan sesu-atu yang normal. “Kami sudah melakukan peng-ecekan berulang-ulang dan se-telah dihitung skornya, tidak memenuhi syarat untuk menda-patkan KMS,” ungkapnya.
Setelah penetapan penerima KMS 2015 ini, akan ditindakla-njuti dengan pencetakan kartu. Kasi Strategi Penanganan Ma-salah Sosial Dinsosnakertrans Kota Jogja Esti Setyasih me-nambahkan, untuk pencetakan serta distribusi kartu diharap-kan bisa selesai pada akhir Januari ini.
Menurutnya, yang menjadikan proses pencetakan lama, ka-rena di dalam kartu juga harus menampilkan daftar keluarga penerima. “Begitu selesai, akan langsung didistribusikan ke RT/RW melalui kelurahan,” jelas-nya.
Sementara bagi warga Kota Jogja penerima KMS 2015 yang sudah membutuhkan pelayanan dengan KMS, sambil menunggu pencetakan kartu, bisa datang ke kantor Dinsosnakertrans. Menurutnya, biasanya diguna-kan untuk jaminan sekolah, bebas uang gedung atau pem-bayaran SPP. “Tidak perlu kha-watir, semua ada jalan keluarnya,” ujar Esti. (pra/laz/ong)