RADAR JOGJA FILE
DITERTIBKAN: Inilah salah satu lokasi tambak udang yang beroperasi di wilayah terlarang, karena berada di area konservasi gumuk pasir di Pantai Depok.

Diminta Menutup Operasi setelah Panen

SRANDAKAN – Pemkab mulai menertibkan tambak-tambak udang ilegal di pesisir selatan, kemarin (5/1). Sasaran penertiban tahap pertama ini adalah tambak udang ilegal yang berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan (JJLS). Ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi di internal pemkab. Hasilnya, sebanyak 37 petak tambak udang ilegal di kawasan Poncosari, Srandakan dinilai melanggar garis sempadan JJLS.
Selain itu, sejumlah petak tambak udang milik PT Indokor ternyata ada juga yang berdekatan dengan proyek pembangunan jalan dari pemerintah pusat itu. “Ada beberapa petak milik Indokor yang berdekatan dengan JJLS,” terang Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka.
Satpol PP tidak sendirian ketika melakukan penertiban ini. Polres Bantul, Kodim 0729, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan dan Per-ikanan, Badan Lingkungan Hidup, serta Bappeda juga turut membantu. Saat penertiban, tim gabungan ini hanya memasang patok serta garis polisi di samping tambak udang ilegal. Tidak ada penutupan paksa, meskipun pemkab telah berulang kali melayangkan surat peringatan kepada pemilik tambak. Bahkan, mayoritas tambak ini masih berisi udang saat ditertibkan. “Masa panennya bervariatif. Ada yang Januari, Februari, dan Maret,” ujarnya.
Meski demikian, para pemilik tambak tersebut diminta me-nandatangani surat pernyataan. Sebanyak 27 petambak bersedia menutup tambak ketika masa panen telah tiba.Plt Kepala Satpol PP Bantul Sunarto menerangkan, pemkab memang tak bertindak represif saat penertiban. Pertimbangannya, mayoritas petambak adalah warga Bantul sendiri. “Bagaimana pun juga mereka adalah warga kami sendiri,” dalihnya.
Sunarto mengakui ada 37 tambak udang ilegal yang berdekatan dengan JJLS di kawasan Srandakan. Dari jumlah itu, di antaranya ada yang sudah tidak beroperasi lagi. Karena itu, para pemiliknya tidak ikut menandatangani surat pernyataan. Toh, saat penertiban mereka juga tak berada di lokasi. “Kami beri garis penanda. Agar 27 meter dari kiri dan kanan JJLS steril dari tambak,” tambahnya.Lalu, bagaimana dengan tambak udang milik PT Indokor? Sunarto menjelaskan, keberadaan tambak milik PT Indokor telah berdiri sebelum JJLS dibangun. Bahkan, PT Indokor juga mengantongi perizinan. “Nanti kami serahkan ke perizinan untuk ditinjau per-izinannya,” tegasnya. (zam/din/ong)