HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
MENGGENANG:Jika tak segera disapu atau dibersihkan, saluran air limbah di Malioboro ini menimbulkan bau tak sedap.
KEBERSIHAN di saluran air limbah Malioboro masih menjadi masalah. Salu-ran air yang biasa digunakan pedagang kaki lima (PKL) untuk membuang limbah mereka, tak mampu mengalirkan air limbah. Agar air kotoran bisa langsung me ngalir, petugas kebersihan harus menyapu. “Setiap hari begini. Harus disapu,” ujar salah seorang anggota pasukan kuning yang enggan disebut namanya kemarin.
Kebersihan Malioboro ini memang selalu menjadi keluhan dari para pelaku wisata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan mustahil bakal menimbulkan bau tak sedap. “Jadi tidak nyaman,” aku Sigit Widyo, salah seorang pengunjung Malioboro.
Sesuai rencana, penataan Malioboro baru akan dilakukan tahun ini. Setelah Desain Engineering Design (DED) yang kini tengah disusun tim pemenang Sayembara Malioboro rampung. Sebelum ada penataan itu, baik Pemkot Jogja maupun Pemprov DIJ belum akan membangun Malioboro. Dengan demikian, selama menanti DED itu, aliran limbah ini masih mengandalkan penyapuan dari petugas kebersihan. (eri/laz/ong)