RADAR JOGJA FILE
ATRAKSI BUDAYA: Labuhan Merapi menjadi salah satu daya tarik wisata di wilayah Sleman yang banyak menyita perhatian. Potensi lainnya adalah keberadaan desa-desa wisata yang menyajikan wisata minat khusus.

Pemkab Sleman Terus Genjot Tingkat Kunjungan Wisata

SLEMAN- Pemkab Sleman terus menggenjot tingkat kunjungan wisata sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Salah satu alasannya, musim liburan akhir 2014 lalu, tingkat kunjungan wisatawan di wilayah ini melampaui target. Meskipun jumlahnya jika dibanding periode yang sama setahun lalu justru terjadi penurunan.
Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman menyebutkan, dari target 325 ribu wisatawan, jumlah pengunjung di beberapa objek wisata mencapai 398.589 orang. Angka itu jauh bekurang dibandingkan dengan musim libur 2013 dengan lebih dari 600 ribu pengunjung. Faktor cuaca disebut menjadi alasan utama penurunan tingkat kunjungan. “Dulu cerah, khususnya saat malam pergantian tahun. Kali ini lebih sering hujan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ayu Laksmidewi kemarin (6/1).
Selain cuaca, lama musim liburan Natal dan akhir 2014 lebih pendek sehari dibanding tahun sebelumnya. Penurunan jumlah wisatawan, di antaranya terjadi di Kompleks Candi Prambanan. Meskipun objek wisata di perbatasan Sleman dan Klaten itu masih menjadi favorit wisatawan. Selama 15 hari liburan tercatat sebanyak 218.255. Jumlah itu turun drastis dibanding periode 2013 yang dikunjungi 414.053 orang.
Di kompeks Candi Ratu Boko juga mengalami hal yang sama. Objek wisata itu dikunjungi 12.941 wisatawan. Jumlah itu menurun 31.246 orang dari tingkat kunjungan musim libur Natal dan akhir tahun 2013.Kendati banyak destinasi wisata yang mengalami defisit pengunjung, Kompleks Taman Wisata Kaliurang justru sebaliknya. Jumlah pengunjung di sana meningkat dari 59.738 menjadi 61.676 orang. Itu mencakup pengunjung wisata jip volcano, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta Taman Rekreasi Kaliurang dan Tlogo Putri.
Fakta itu makin mengutkan niat Disbudpar untuk mempercantik kawasan wisata Kaliurang. Terlebih, hanya kawasan itulah yang diatur oleh peraturan daerah dalam hal pengelolaan karcis masuk bagi pengunjung. Salah satu sasaran pengembangan adalah Taman Tlogo Putri.Objek yang selama ini identik dengan hiburan orkes melayu dan jathilan itu akan disulap menjadi destinasi wisata keluarga, yang ramah anak. “Kami ingin tata kawasan itu tahun depan. Mungkin bisa mengajukan dana dari pusat,” tutur Ayu.
Tahun ini, pengembangan Tlogo putri masih dalam tahap perencanaan. Sesuai Detail Engineering design (DED), di kawasan tersebut akan dibangun taman kupu-kupu dan sarana bermain anak. Serta permainan labirin. “Meski tamannya tak begitu luas yang penting bisa menarik perhatian wisatawan keluarga,” ujar Ayu.Sekretaris Disbudpar Endah Sri Widiastuti menambahkan, desa wisata turut menyumbang target kunjungan wisata. diantaranya, Pulesari, Grogol, Pentingsari, Tanjung, dan Gamplong. Total pengunjung selama liburan akhir tahun mencapai 9.607 orang. “Itu membuktikan desa wisata menjadi destinasi baru wisata alternatif,” ujar mantan Kabag Humas Sleman itu. (yog/din/ong)