RADAR JOGJA FILE
POTENSI LOKAL : Hendika Arga Permana (88) adalah salah satu pemain lokal Jogja yang pernah merasakan ketatnya kompetisi Divisi Utama 2014 bersama PSIM Jogja.

Kembali Ajak Bicara Stakeholder

JOGJA – Setelah cukup lama di-tunggu, manajemen PSIM Jogja akhirnya melakukan pertemuan la-njutan kemarin (6/1) di sebuah ru-mah makan di Jogjakarta. Tanpa dihadiri Ketua Umum (Ketum) Ha-ryadi Suyuti (HS), Direktur Utama PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto dan jajarannya berhasil membuat beberapa keputusan.
Sayangnya, untuk melakukan per-siapan tim, langkah Laskar Mataram sepertinya masih jauh dari harapan. Sebab, keputusan pokok dalam rapat ini ialah manajemen PSIM musim lalu terlebih dahulu mengumpulkan stakeholder Laskar Mataram sebelum mempersiapkan skuad mengarungi Divisi Utama 2015.
Usai pertemuan, Direktur Operasio-nal PT PIM Jarot Sri Kastawa menga-takan, pembicaraan dengan stakehol-der memang perlu dilakukan. Pasalnya manajemen lama PSIM membutuh-kan masukan dari orang-orang yang memiliki kepentingan terhadap Las-kar Mataram. “Sebelum membentuk manajemen baru dan skuad baru, semua sepakat kalau kami harus mengajak bicara stakeholder PSIM terlebih dahulu,” ungkap pria yang hobi memelihara burung tersebut.
Yang dimaksud stakeholder PSIM adalah para sesepuh, klub amatir, orang-orang yang pernah duduk di manajemen Laskar Mataram serta suporter. Masukan dari mereka di-harapkan dapat membawa sesuatu yang positif untuk PSIM musim depan.Ya, belum bertarung di Divisi Utama 2015 saja, sekelumit masalah sudah menghampiri PSIM. Yang paling pelik adalah ancaman kembali tidak dapat menggunakan Stadion Mandala Krida sebagai kandang di tengah-tengah keik-utsertaan mereka dalam kompetisi.
Rencananya, jika dana sudah cair, Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ sela-ku pengelola akan melanjutkan proses renovasi stadion termegah di Kota Jogja ini. “Bagaimanapun masalah yang sedang menimpa PSIM ini cukup ba-nyak. Butuh dipecahkan secara bersa-ma-sama dengan para pemangku ke-pentingan di klub ini,” jelasnya.
Terkait waktu pertemuan tersebut, Jarot belum bisa memastikannya. Namun ia menjamin tidak lama lagi rapat besar tersebut terlaksana. Pa-salnya, PSIM memang harus segera bersiap mengingat beratnya kom-petisi Divisi Utama di tahun ini.Dari kabar yang diterima kbu PSIM Jogja dari Kongres Tahunan PSSI di Jakarta, kompetisi Divisi Utama memang akan mundur ke awal Maret.
Namun, banyaknya tim yang terdegradasi ke Liga Nusantara 2016 jelas harus men-jadi perhatian. “Kemungkinan PT LI akan menggunakan format 6 grup dengan jumalh tim terdegradasi 22. Ini sangat banyak. Karena itulah saya mengakui kalau persiapan memang harus disegerakan,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Presiden Bra-jamusti Eko Satriyo Pringgodani mengatakan, pertemuan dengan stakeholder sebelum mempersiapkan tim memang perlu. Apalagi stakehol-der inilah yang secara historis meru-pakan pemilik asli Laskar Mataram.
Tapi dengan mepetnya waktu ia me-nyatakan langkah ini sebenarnya agak berbelit. Tapi jika pertemuan ini me-mang harus dilaksanakan, ia memin-ta Ketum dan manajemen lama PSIM melakukannya secepat mungkin. “Kompetisi katanya mundur Maret, tetapi itu belum resmi. PSIM harus tetap berpatokan kalau kompetisi di-helat sesuai jadwal semula 19 Febru-ari,” jelasnya. (nes/din/ong)