Diawali dari Ripda dan Reklame

JOGJA – Tahun ini (2015), DPRD Kota Jogja bisa membahas se-banyak 20 rancangan peraturan daerah (Raperda). Untuk menga-wali pekerjaan ini, dua raperda sudah siap dibahas, yakni menge-nai Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda) dan tentang reklame. “Pembahsan dua raperda ter-sebut sekaligus untuk mengejar ketertinggalan kinerja DPRD Kota Jogja selama ini,” kata Ke-tua DPRD Kota Jogja Sujanarko.
Menurut Koko, panggilan akrab Sujanarko, untuk pembahasan dua raperda itu tidak akan mem-butuhkan waktu lama, sebab raperda tersebut merupakan sisa pembahasan pada tahun sebelumnya. Meski begitu, untuk raperda Ripda diperkirakan akan butuh waktu lebih lama. “Ripda menyang-kut pariwisata lokal Jogja, pemba-hasannya, akan sedikit lebih lama,” uangkapnya kemarin (6/1).
Koko juga mengaku tidak ma-salah jika dalam pembahasan raperda tersebut tanpa melakukan perjalanan dinas. Pihaknya akan mengoptimalkan berbagai sum-ber untuk mengumpulkan data. “Untuk Ripda ini, terakhir (kami) ke Bali pada 2012. Ternyata me-reka juga belum memiliki, terus harus nyari kemana,” ungkapnya.
Selain itu Koko mengharapkan dua raperda tersebut menjadi langkah awal yang baik bagi lembaga legislatif untuk memak-simalkan fungsi legislasi yang dianggap tidak optimal pada periode sebelumnya. Dirinya berharap pembahsan dua raperda ini bisa menjadi pan-cingan untuk raperda selanjutnya. Pada 2015 ini, untuk program legislasi daerah (Prolegda) Kota Jogja sudah ditetapkan 22 ra-perda yang akan dibahsas.
Pihak eksekutif, Wakil Wali Kota Imam Priono menyambut baik dua raperda yang segera dibahas dewan tersebut. Menurut IP, panggilan akrab Imam Priono, dua raperda tentang Ripda dan reklame ini memiliki keterkaitan. “Penataan di titik mana saja reklame bisa dibangun itu sangat penting, karena kota yang ter-tata dan rapi tentu akan mem-buat wisatawan nyaman,” ung-kapnya. (pra/jko/ong)