Akui Lalai, Sajad Menolak Terlibat

JOGJA – Mantan Kepala Desa Banguntapan, Bantul, Abdullah Sajad mengaku lalai terhadap penerbitan leter C tanah bernomor 1907 persil 180 atas nama Yayasan Pembina Fakultas Perta-nian UGM (Fapertagama). Sebelum menanda-tangani berkas, seharusnya dirinya ikut menco-cokkan berbagai dokumen penting terkait tanah yang ada di wilayahnya seperti Buku Papriksan.”Saya akui lalai. Saya tidak memeriksa satu-satu dokumen ketika akan menerbitkan leter C tanah tersebut,” kata Sajad saat memberikan kesaksian atas perkara dugaan korupsi penjualan tanah aset UGM di Pengadilan Tipikor Jogja, kemarin.
Sajad diajukan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi memberatkan untuk empat ter-dakwa, yaitu Susamto, Triyanto, Ken Suratiyah, dan Toekidjo. Sajad menambahkan, sebelum menerbitkan leter C, pemerintah desa seharusnya lebih dulu memeriksa dokumen buku Papriksan. Buku itu yang menjadi rujukan bagi pemerintah desa ketika akan membuat leter C atas kepemilikan tanah termasuk leter C tanah atas nama Yayasan Fapertagama.Meski lalai, Sajad menolak dianggap ikut terli-bat dalam proses peralihan tanah UGM kepada Yayasan Fapertagama. Menurutnya, setiap proses peralihan tanah, ditangani bagian pemerintah, kepala desa hanya menandatangani. “Saya hanya tanda tangan,” ungkap Sajad.
Sajad menerangkan, Buku Papriksan juga men-cantumkan proses transaksi tanah, sedangkan leter C adalah catatan kepemilikan tanah. Dengan demikian, ketika ada peralihan tanah yang di-tandai dengan penerbitan leter C sudah seharus-nya tercatat dalam Buku Papriksan. “Sekarang saya baru sadar, ternyata ada perbedaan antara Papriksan dan leter C, dan saya baru tahu UGM dan Yayasan Pembina itu beda,” tambahnya.
Dalam kesaksiannya, Sajad mengakui kenal dengan salah satu terdakwa yaitu Toekidjo. Ia mengenal Toekidjo pada 1996 karena dikenalkan oleh kepala desa masa periode sebelum. Setelah itu mengenal sosok terdakwa Triyanto pada 2000-an. “Pak Toekidjo pernah mengurus air untuk tanah pertanian di Banguntapan. Kemudian soal tanah, tapi bukan soal jual beli, saya tidak tahu,” beber Sajad. (mar/jko/ong)