SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJ
TIDAK DISIPLIN: Anjungan Pemkot Jogja dalam penyelenggaraan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun Alun Utara Jogja tampak masih berdiri tegak siang kemarin (6/1). Ini menjadi anjungan yang paling terakhir dibongkar

Pastikan Sudah Tak Ada Transaksi

JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak memberikan contoh yang baik dalam hal pembongkaran stan atau anjungan Sekaten. Meski sebe-lumnya menjanjikan akan menjadi peserta pertama yang akan membuka anjungan, namun yang terjadi seba-liknya, menjadi anjungan yang terakhir dibongkar.Seperti diketahui, penyelenggaraan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) resmi berakhir Jumat (2/1) malam.
Berakhirnya pelaksanaan Sekaten se-harusnya langsung diikuti dengan pembongkaran stan-stan Sekaten. Ma-lam itu, Panitia PMPS menegaskan tidak memberikan toleransi untuk pembongkaran stan. Batas akhir pem-bongkaran anjungan adalah dua hari setelahnya, atau Minggu (4/1).
Namun yang terjadi di lapangan ber-beda. Hingga Senin (5/1) masih ba-nyak anjungan yang berdiri tegak. Bahkan hingga kemarin (6/1) siang, Alun Alun Utara Jogja, tempat disel-enggarakannya Sekaten belum bersih dari anjungan. Ironisnya, anjungan Sekaten milik pemkot Jogja menjadi bangunan yang terakhir dibongkar. Dari pantauan Radar Jogja pada Selasa siang (6/1), sebagian besar anjungan memang sudah dibongkar. Yang tersisa tinggal gapura masuk Sekaten, dan dua anjungan milik Pemkot Jogja, serta beberapa stan pakaian bekas atau awul-awul di sebalah timur.
Menanggapi hal itu Kepala Bagian Hu-mas dan Informasi Kota Jogja Tri Has-tono mengatakan, kemarin hanya ting-gal menunggu waktu pembongkaran saja. Sudah tidak ada kegiatan yang dila-kukan di anjungan Pemkot Jogja tersebut. “Prinsipnya sesuai aturan, begitu Sekaten selesai tidak ada lagi aktivitas di stan Sekaten dan harus segera di-bongkar,” ujarnya, kemarin (6/1).
Meski begitu, diakuinya, masih terda-pat beberapa stan yang masih berakti-vitas, termasuk transaksi jual beli. Mengenai hal itu, menurut Tri Hastono, merupakan ranah dari Dinas Ketertiban. “Yang jelas saat ini sudah dilarang ber-kativitas di arena Sekaten, karena kon-traknya sudah habis, tinggal menunggu pembongkaran saja,” terangnya.
Hal itu juga disampaikan Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja Hari Setya Wacana. Menurut dia, saat ini proses pembong-karan anjungan milik pemkot tersebut sedang dilakukan. “Sudah ada komitmen untuk pembongkaran, tapi memang butuh waktu, target kami Rabu (hari ini) sudah selesai,” ungkapnya.
Proses pembongkaran, jelas dia, sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Un-tuk pembongkaran dua anjungan milik pemkot dilakukan secara knock down atau bongkar pasang. Hal itu dengan harapan material tersebut bisa diguna-kan kembali dalam penyelenggaraan Sekaten selanjutnya. “Bangunan terse-but memang dikonsep untuk bisa di-manfaatkan kembali,” ungkapnya.
Sekretaris Forum Komunikasi Kawa-san Alun-alun Utara (FKKAU) Kris-nadi Setyawan mengatakan, sudah hampir semua bangunan dibongkar. Yang masih berada di Alun-Alun Uta-ra saat ini hanya sisa material yang menunggu diangkut. Dirinya menegaskan, dengan berakhir-nya Sekaten, para pedagang juga sudah dilarang berjualan. “Jika masih ada pe-dagang yang berjualan, akan kami ter-tibkan,” tegasnya. (pra/jko/ong)