DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
PANCING KREATIVITAS: Salah satu kegiatan yang diusung BKOW DIJ mengadakan lomba kudapan makanan nonberas nonterigu kemarin.

Berorganisasi, Jadi Ibu Mandiri dan Berkreasi

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) merupakan wadah yang menghimpun 37 organisasi wanita di tingkat provinsi. Memasuki usia ke 31, BKOW melanjutkan pergerakan dan perjuangan perempuan yang telah dimulai dengan kongres perempuan 22 Desember 1928. Kini, BKOW bergulat dengan waktu menyalurkan aspirasi wanita Indonesia, khususnya di DIJ.
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
ORGANISASI bukan hal asing bagi wanita Indonesia. Peran wanita tidak hanya berada di skala rumah tangga saja, namun dengan organisasi mem-buat wanita lebih memiliki peran dan dengan sendirinya memacu meningkat-kan kualitas diri. Bukan untuk dirinya, namun lingkungan sekitar dan tentunya untuk keluarga.Kongres Perempuan 22 Desember 1928 yang kala itu bertempat di Jogjakarta, berhasil membentuk badan federasi or-ganisasi wanita mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia. Sejak itu, berkembanglah ber-bagai organisasi wanita hingga saat ini.
Seperti organisasi keagamaan, profesi pekerjaan, sosial kemasyarakatan, ter-kait profesi suami maupun organisasi bisnis.”Dengan berbagai latar belakang organi-sasi yang berjumlah 37 organisasi inilah BKOW bekerjasama, menghimpun potensi dan menyalurkan aspirasi baik rutin mau-pun unggulan,” ujar Ketua Pengurus BKOW DIJ Dyah Suminar di sela-sela acara HUT ke 31 BKOW, kemarin (7/1)
Dikatakan, sebagai payung dari 37 organisasi, BKOW tidak hanya menghimpun berbagai potensi yang ada, namun juga menjadi penyalur informasi, misalnya berbagai informasi berkaitan dengan program pemerintah. Dengan demikian, adanya kerja sama ini akan mempermudah alur informasi yang akan disampaikan langsung oleh masing-masing organisasi ke para anggota serta masyarakat.”Informasi apa pun yang masuk ke BKOW akan langsung dite-ruskan ke 37 organiasasi yang ada. Itu sangat efektif karena masing-masing organisasi akan langsung meneruskan. Dan, kita rutin mengadakan perte-muan dan evaluasi,” paparnya.
Berkembangnya zaman juga harus diimbangi dengan pengetahuan dan kemampuan wa-nita Indonesia untuk bisa ber-peran aktif dalam lingkungan sosialnya, baik lingkungan ter-kecil hingga yang luas. Seperti tema HUT BKOW ke 31 ini yakni “Melalui Makanan Nonberas Nonterigu sebagai Wujud Keanekaragaman Hayati serta Melestarikan Seni Batik, Kita Dukung Keistimewaan Jogjakarta.”Salah satu kegiatan yang diusung yakni lomba kudapan ma-kanan nonberas nonterigu.
Menurut Dyah, ini merupakan salah satu upaya untuk memancing kreativitas para ibu untuk membuat kreasi makanan yang enak dan tidak kalah bergizi dengan menggunakan tepung mocaf.”Di luar dugaan ada 23 pe-serta yang ikut, dan kreasi me-reka bermacam-macam. Ada yang membuat makanan berat hingga camilan. Ini cara kami juga, agar anak-anaknya tidak hanya mengenal roti. Tapi ba-nyak makanan lokal yang enak dengan bahan dasar nonberas nonterigu,” papar istri mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto ini.
Menurut Dyah, ini merupakan salah satu langkah kecil di mana wanita berperan dalam soal pangan kemasyarakatan. Bebe-rapa kegiatan yang telah dilaku-kan BKOW di tahun 2014, an-tara lain, program unggulan Ibu Menyapa Anak Asrama, perte-muan bulanan yang membahas tema up to date yakni pemilu, kanker serviks, bahaya merokok, keorganisasai serta keprotokoleran. Selain itu, BKOW juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi serta organi-sasi lain, menghadiri kegiatan keorganisasian serta saling sila-turahmi.”Memasuki tahun 2015, BKOW siap dengan berbagai program. Salah satunya kami bekerjasama dengan Yayasan Hari Ibu untuk membuat kursus keterampilan perempuan,” ujarnya.
Dikatakan perempuan asli Ci-lacap ini, mengingat tahun ini merupakan pasar bebas ASEAN maka perlu para wanita khus-usnya mereka yang bekerja di area jasa dan industri IT untuk menambah skill. Misalnya ke-mampuan atau skill baby sitter dan asisten rumah tangga, agar nantinya mereka memiliki po-sisi yang baik. Perlu dibekali lagi agar apa yang sudah me-reka miliki menjadi bertambah dan bisa dijadikan kekuatan posisi dirinya dalam melakukan pekerjaan.Selain itu, BKOW juga akan mulai fokus mengadakan pela-tihan kewirausahaan. “Ini tan-tangan tersendiri, karena men-jadi wirausahawan tidak hanya soal jualan, tapi bagaimana bisa bersaing dengan zaman, karena tantangannya terus be-rubah,” ujar Dyah. (*/laz/ong)