BAHANA/RADAR JOGJA
BELUM TAHU: Penyebab stagnannya pertumbuhan layanan jasa keuangan di Kantor Pos diperkirakan karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pengembangan unit usaha tersebut.

Mail dan Parsel Tumbuh 30 Persen

JOGJA – Tahun 2014 kemarin bukan tahun yang baik bagi layanan jasa keuangan Kantor Pos Jogjakarta. Bila jasa pelayanan pengiriman mail dan parsel tum-buh mencapai 30 persen, pe-layanan jasa keuangan justru tidak mengalami pertumbuhan alias stagnan.”Pertumbuhan jasa pelayanan keuangan kami, bisa dikatakan stagnan. Tahun 2013 bisa tumbuh tiga persen, tahun 2014 hampir tidak tumbuh. Ini kontradiktif dengan pelayanan mail dan par-sel yang meningkat,” kata Ke-pala Kantor Pos Besar Jogjakarta Achmad Chaerul Hadi ditemui di kantornya, Rabu (7/1).
Chaerul mengatakan belum mengetahui secara pasti penyebab stagnannya pertumbuhan layanan jasa keuangan di Kantor Pos. Di-perkirakan penyebabnya karena minimnya pengetahuan masy-arakat terhadap pengembangan unit usaha Kantor Pos. Selama ini, pemahaman masyarakat atas Kantor Pos sebatas tempat untuk mengirimkan surat maupun pa-ket barang.
Dia menjelaskan berbagai layanan pos telah dikembangkan mulai dari pospay, online payment point, wesel dan angsuran kredit. Ditambah kerja sama dengan hampir 300 mitra atau biller yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, belum banyak ma-syarakat yang mengetahui dan memanfaatkan jasa keuangan tersebut. Seperti jasa layanan pembaya-ran air di PDAM. Khusus untuk kota Jogja saja baru tujuh persen yang menggunakan Kantor Pos sebagai tempat pembayaran. Artinya angka tersebut masih sang-at kecil.
Oleh karena itu, di tahun 2015 ini pihaknya akan meng-genjot pertumbuhan pendapatan melalui sektor pelayanan jasa keuangan. Caranya dengan me-maksimalkan dua titik layanan Kantor Pos seperti yang ada di Jalan Sudirman, Jogja serta Kan-tor Pos Sleman. “Di dua titik tersebut nantinya difokuskan sebagai tempat pe-layanan jasa keuangan bagi ma-syarakat. Sebab kami menarget-kan layanan harus bisa tumbuh di atas 20 persen secara keseluru-han. Termasuk jasa keuangan yang juga harus tumbuh,” jelasnya.
Bahkan, di tahun 2015 pihaknya akan menambah dua layanan outlet. Salah satunya berada di wilayah Kantor Pemda DIJ yang ada di kawasan Jalan Malioboro. Diharapkan penambahan outlet tersebut bisa melayani pegawai di sekitar Kepatihan dan masy-arakat serta pedagang di Jalan Malioboro. Saat ini untuk memaksimalkan pelayanan jasa antar di DIJ, Kantor Pos telah memiliki 45 kantor cabang, 122 agen pos dan loket extension di Kantor Wali Kota.
Pihaknya juga merencanakan memperpanjang jam pelayanan dari yang sebelumnya tutup pu-kul 20.00 menjadi pukul 22.00.”Permintaan perpanjangan pe-layanan ini asalnya dari customer. Terutama mereka yang bergerak dibisnis online,” ujarnya.Sementara itu, saat disinggung mengenai target pendapatan se-lama tahun kemarin, Chaerul mengakui hanya mencapai 93 persen dari target pendapatan sebesar Rp 80 miliar. “Penyebab-nya karena pendapatan pada jasa keuangan kami tidak tumbuh. Bila tumbuh akan memberikan kontribusi yang cukup besar,” tutupnya. (bhn/ila/ong)