SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
RUSAK: Kondisi Alun-alun Utara Jogja rusak setelah digunakan sebagai arena sekaten sebulan terakhir. Untuk memperbaiki, sudah dianggarkan Rp 80 juta, dan akan dikerjakan hingga sebulan ke depan.

Perbaikan Butuh Waktu Sebulan

JOGJA – Setelah sebulan lebih diguna-kan sebagai lokasi pelaksanaan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), kon-disi Alun-alun Utara Jogja rusak. Selain banyak tumpukan sampah padat, tanah, juga ditemukan banyak lubang.Kepala Bidang Saluran Air Limbah dan Pemukiman Dinas Pemukiman dan Pra-sarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja Hendra Tantular mengakui bahwa pas-cadipakai sekaten, Alun-alun Utara Jogja, rusak.
Untuk memperbaikinya, nunggu alun-alun bersih dari anjungan sekaten.”Kondisinya memang rusak, proses perbaikan kawasan Alun-alun Utara akan dilaksanakan setelah semua stan sekaten selesai dibongkar,” katanya.
Hendra memperkirakan, perbaikan alun-alun akan membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Untuk menghe-mat waktu, meski hingga kemarin (7/1) alun-alun belum bersih dari perabotan anjungan sekaten, pihaknya sudah mulai mencicil pengerjaan perbaikan kawasan Alun-alun Utara Jogja, yakni melakukan pembersihan konblok dan gapura. Hendra menambahkan, dari hasil koordinasi dengan Pemprov DIJ, diminta untuk melakuakn revitalisasi secara manual, dan tidak menggunakan alat berat.
Tetapi, pihkanya tetap akan menggunakan alat berat. “Kalau secara manual butuh waktu dan biaya yang lebih tinggi dan lama, kalau dengan alat berat lebih efisien. Makanya akan dipakai alat berat,” ungkapnya.
Untuk proses revitalisasi Alun-alun Utara, Dinas Kimpraswil Kota Jogja menyiapkan angga-ran Rp 80 juta. Untuk operasio-nal alat berat juga akan mem-perhatikan saluran drainase yang ada di Alun-alun Utara.Kepala Seksi Pemukiman Di-nas Kimpraswil Kota Jogja Yunita Rahmi Hapsari menam-bahkan, dari pantauan di la-pangan, kondisi di Alun-alun Utara Jogja tidak terlalu meng-alami banyak kerusakan. Hal itu dikarenakan adanya aturan pe-laragan penggalian untuk fon-dasi stan.”Tidak terlalu banyak lubangnya, harapanya proses revitalisasi bisa lebih cepat se-lesai,” jelas dia. (pra/jko/ong)