Terbanyak Kasus Asusila, Disusul Pencurian

GUNUNGKIDUL – Selama periode Januari-Desember 2014, terdapat 135 anak yang berkonflik dengan hukum di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut kebanyakan didominasi oleh kasus asusila. Kepala Bapas Kelas II Wonosari Anggraini Hidayat mengatakan dari data 135 kasus, sebanyak 102 pelaku menjalani proses hukum dan berakhir dengan hukuman badan.
Sementara 33 anak lainnya dengan diversi melalui pendampingan Balai Pemasyarakatan (Bapas) sehingga tidak harus masuk penjara.Angka tindak pidana dengan pelaku anak di bawah umur cenderung mengalami peningkatan. Dari seluruh kasus yang ada, tindak pidana asusila menjadi urutan pertama. “Kemudian disusul tindak pidana pencurian dan peng-aniayaan,” kata Anggraini, kemarin (7/1)
Menurut Anggraini tingginya kasus tindak pidana asusila tidak lepas dari pengaruh kemajuan teknologi. Sekarang semua orang bisa mengakses internet terutama melalui handphone. Hal tersebut kemudian banyak disalahgunakan, terutama oleh anak-anak untuk membuka situs-situs porno. Alhasil, anak terjerumus untuk melakukan perilaku-perilaku negatif.”Untuk itu peran orang tua dalam melakukan pengawasan harus ditingkatkan. Anak jangan terlalu diberi kebebasan sehingga mempengaruhi perilaku,” bebernya.
Terhadap kasus pidana melibatkan anak, Bapas berusaha semaksimal mungkin melakukan pendampingan. Juga berusaha untuk melakukan diversi kepada anak bermasalah hukum demi melindungi hak-hak sebagai anak.”Tindak pidana dengan ancaman hukuman kurang dari tujuh tahun kita upayakan untuk diversi asalkan bukan pidana ulangan. Selama 2014 lalu kita berhasil melakukan diversi bagi 33 anak,” ujarnya.
Terpisah, Manajer Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Rifka Annisa M Thonthowi menilai perlu adanya kerja sama lintas sektoral untuk pencegahan tindak pidana anak. Pengawasan kepada anak harus lebih diperketat sehingga tidak terjerumus ke pengaruh negatif dari keberadaan internet maupun pergaulan di lingkungan.”Fenomena ini harus dibaca dan dipikirkan agar memperoleh jalan keluar,” ucapnya. (gun/ila/ong)