ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BERLANJUT: Setelah mangkrak dua tahun, sejumlah SDN di Kecamatan Salaman dilanjutkan pembangunannya. Terlihat salah satu sekolah yang masih beratap terpal.
MUNGKID – Mangkrak selama dua tahun, pembangunan sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Magelang dilanjutkan. Sebagian dari proses pembangunan sudah selesai. Sebagian lainnya masih dikebut agar cepat rampung.Pembangunan yang sempat mangkrak terjadi di empat sekolah. Yaitu, SDN Salaman 4, SDN Krasak 2, SDN Kaliabu, dan SDN Sriwedari.Bahkan, untuk SDN Salaman 4, siswa kelas 4 dan 5 terpaksa belajar ditenda darurat ban-tuan Unicef. Karena, pembangunan tiga ruang kelas di SD tersebut mangkrak. Padahal, proses pembangunannya baru mencapai 40 persen.
Hal yang sama terjadi juga di SD Negeri Krasak 2, SD Kaliabu, dan SD Negeri Sriwedari.”Berkat kerja keras semua pihak, pembangu-nan maupun rehab di empat SD akhirnya dilanjutkan,” kata Kepala Bidang Pendi dikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah-raga (Disdikpora) Kabupaten Magelang Haryono, kemarin (7/1)
Dengan selesainya proses pembangunan tersebut, seba-gian ruang kelas kembali di-fungsikan. Ratusan siswa dari empat SD sudah kem-bali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Me-mang, dari empat SD tersebut, yang masih dilakukan rehab hanya beberapa ruang kelas. Sebagian lagi dilakukan pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan perpustakaan.”Anggarannya melalui APBD kabupaten. Setiap SD, rata-rata mendapat Rp 200 juta – Rp 500 juta,” katanya.
Sebelumnya, selama dua tahun para siswa terpaksa belajar dalam kondisi memprihatinkan. Me-reka terpaksa belajar di tenda, musala, dan perpustakaan. Ada juga yang terpaksa masuk pagi dan siang, berganti ruang dengan siswa kelas lain. “Mereka tidak nyaman dan optimal belajar. Akibatnya, pres-tasi mereka juga menurun. Dampak lainnya, animo warga menyekolahkan anaknya di tempat tersebut, juga turun,” kata Haryono.
Kepala SDN Salaman IV Win-puji Budiharto mengaku, KBM memakai tenda waktu itu ter-paksa dilakukan. Kondisi ini membuat siswa dan pengajar menjadi kurang nyaman. Kon-sentrasi belajar menjadi ter-ganggu karena siswa kegerahan.
KBM SDN IV Salaman ditenda bermula saat memperoleh ban-tuan rehab tiga ruang kelas. Nilai proyek mencapai Rp 220 juta yang diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidi-kan 2012. Seharusnya, pembangu-nan sudah dimulai sejak Okober 2012.
Namun pemborong baru melaksanakan 8 November 2012. Sehingga, pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan rehab sesuai target 21 Desember 2012. Akhir 2012, Pemkab Magelang memutus kontrak pemborong.
Proyek rehab gedung SDN Sa-laman 4 masuk dalam satu paket alokasi DAK Pendidikan 2012. Tiga SDN lain yang direhab dan masuk anggaran tersebut adalah SDN Kaliabu, SDN Krasak II, dan SDN Sriwedari I di Kecamatan Salaman. (ady/hes/ong)