SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
SINDIR PENDIRIAN HOTEL: Busyro Muqoddas (tengah) saat hadir di Kantor Pusham UII, Banguntapan, Bantul kemarin (8/1).
BANTUL – Maraknya pembangunan hotel di Jogja-karta, tak luput perhatian dari Busyro Muqoddas. Ia menduga ada modus korupsi dalam pem-berian izin pendirian hotel di DIJ, utamanya di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Hal itu ditegaskan Busyro dalam kesempatan hadir se-bagai Dewan Pembina Pusat Studi Hak Asasi Manusia Uni-versitas Islam Indonesia ( Pusham UII) di Kantor Pusham UII, Banguntapan, Bantul, kemarin (8/1).”Dalam hal ini, ada modus menggadaikan jabatan. Di ber-bagai tempat ada. Tapi, saya belum bisa menyebutkan,” ujar Busyro.
Menurutnya, modus korupsi itu karena banyaknya pendirian hotel bersamaan men-jelang musim pilkada. Busyro mempertanyakan pe-merintah, dalam memberikan izin pembangunan hotel terse-but, apakah sudah melakukan kajian secara akademik, demo-kratis, kerakyatan, dan bertang-gung jawab. “Pembangunan hotel harus ada riset yang akuntabel dan terbuka. Jogjakarta butuh pembangunan, namun juga butuh suasana yang mendukung sebagai kota budaya dan pelajar,” tandasnya.
Menurut Busyro, saat ini pe-merintah terkesan mengeks-ploitasi budaya, namun budaya itu hanya eksploitasi wisata dari aspek ekonomi dengan menga-baikan aspek lain. (sky/jko/ong)