Pembayaran Menunggu Hasil Evaluasi Gubernur

GUNUNGKIDUL – Sejak sebulan terakhir, anggota DPRD Gunungkidul belum menerima gaji. Pembayaran upah untuk wakil rakyat itu tersendat, lantaran masih menunggu evaluasi Gubernur DIJ HB X. Meski demikian, para legislator terlihat tenang-tenang saja.”Sudah biasa (gaji telat), setiap awal pergantian tahun memang selalu terlambat. Tidak apa-apa gaji telat, toh kalaupun terima gaji juga dipotong angsuran untuk bayar utang,” kata anggota Fraksi PKS Ari Siswanto, kemarin (8/1).
Seperti diketahui, sejak dilantik menjadi anggota dewan tidak sedikit dari mereka yang menggadaikan Surat Keputusan (SK) sebagai jaminan pinjaman utang. Dari total jumlah 45 wakil rakyat, 15 di antaranya atau 33 persennya terlilit utang. Itu berdasarkan data Agustus tahun lalu. Kalaupun masih menerima sisa, jumlahnya tidak seberapa untuk ukuran pejabat. Ini mengingat jumlah pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta. “Tidak hanya legislatif, gaji perangkat desa hingga sekarang juga belum turun,” ujarnya.
Sekretaris Komisi A Ladiyo mengangguk ketika dikonfirmasi belum terima gaji. Namun begitu, ia memilih irit bicara ketika diminta penjelasan lebih lanjut perihal molornya pembayaran gaji. “Lebih lengkapnya silakan konfirmasi ke Sekwan (sekretariat dewan),” kata Ladiyo.
Di bagian lain, aktivis Jaringan Independent Pemantau Legislatif Gunungkidul Rino Caroko tidak mau ambil pusing dengan utang dewan karena itu sifatnya personal. Namun, menurutnya, bakal menjadi masalah besar jika nanti beban utang tersebut mempengaruhi tugas dewan berkaitan dengan fungsi pengawasan.”Kalau beban utang legislator ternyata berimbas pada buruknya tugas pokok dan fungsi (tupoksi), jelas menjadi masalah,” tegasnya
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada wakil rakyat untuk profesional dalam bekerja. Apapun situasinya, pejabat harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kalaupun mereka terlilit utang, jangan sampai loyo dan tidak bersemangat dalam bekerja.”Malu dong, gara-gara terlilit utang anggota dewan tidak mampu maksimal dalam bekerja. Rakyat butuh contoh figur pejabat tangguh. Jadi, sekali lagi, apapun kondisinya pejabat harus menginspirasi hal-hal baik,” pintanya. (gun/ila/ong)