HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MEMUASKAN: Panen raya padi Menor di Dusun Ngipikrejo II, Banjararum, Kalibawang, kemarin (8/1).

Ditanam dengan Sistem Organik

KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo melakukan panen raya beras jenis Melati Menoreh (Menor) yang ketiga, kemarin (8/1). Panen raya sekaligus menjadi salah satu bukti upaya pemurnian galur pagi Menor yang dipusatkan di Ngipikrejo II, Banjararum, Kalibawang.
Panen raya didahului dengan tradisi wiwitan dan doa bersama serta pemotongan tumpeng. Bupati Hasto Wardoyo memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak, termasuk Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ Arief Budi Santoso yang telah mensponsori pembuatan demplot penanaman Menor. “Saya juga patut memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani (Klomtan) Ngudi Rejeki yang sudah menanam beras Menor dan mau mengubah pola pertanian dengan sistem pertanian organik,” ucap Bupati Hasto.
Bupati Hasto berharap, hasil uji ketiga pemurnian Menor akan lolos sehingga mendapat sertifikasi. Beras Menor ini selain akan menjadi beras premium khas Kulonprogo, juga untuk mengembangkan sistem pertanian organik di bumi Binangun.”Terkait pemasaran, saya sangat optimistis karena baik Bulog maupun toko modern saat ini masih terbuka luas untuk pemasaran,” ungkapnya.
Ketua Klomtan Ngudi Rejeki Ngatirin menyampaikan, sedikitnya ada 86 anggota yang sudah berusaha mengurangi penggunaan pupuk kimia untuk beralih ke pola pertanian organik. Sistem penanaman padi juga sudah menggunakan jejer legowo dengan formasi larikan 4, 6, 2. “Ternyata hasil paling baik menggunakan legowo larikan 2. Dengan hasil panen 7,45 kilogram per ubin atau 11,92 ton per hektare. Dengan hasil Gabah Kering Giling (GKG) 10,13 ton. Produksi tersebut melebihi target, karena targetnya hanya 900 kilogram per 1.000 meter persegi,” ujarnya.
Kepala KPBI DIJ Arief Budi Santoso menyatakan pihaknya akan ikut serta terlibat dan mencoba mengarahkan petani jadi full organik hingga tersertifikasi. (tom/ila/ong)