APPBMI FOR RADAR JOGJA
STUDYTOUR: Rombongan pelajar Jogja saat mengunjungi Temple of Heaven.

Belajar Budaya Sekaligus Keliling ke Objek Wisata

JOGJA – Sebelas pelajar DIJ mengiku-ti Beijing International Study Camp. Kegiatan ini merupakan kerja sama Xinlong Mandarin Jogjakarta dan Pemerintah Kota Beijing.Koordinator rombongan Nicodemus Sanny mengatakan, kegiatan ini mengga-bungkan antara study dan tour. Peserta pun bisa belajar tentang budaya, sekaligus mendapat pengalaman dengan berkeliling ke objek wisata menarik. “Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Beijing, sehingga semua biaya akomodasi dan kegiatan di Beijing gratis,” ujar pe-milik Xinlong Mandarin Jogjakarta ini kemarin (8/1)
Dikatakan, 11 pelajar yang ikut sebagai peserta, antara lain, dari SMP Kalam Kudus, Budi Utama, Pangudi Luhur, Stella Duce dan SMAN 1 Jogja. Sebelumnya me-reka telah melalui tahap seleksi dan dinyatakan bisa ikut dalam kegiatan study camp yang ber-langsung 21 Desember 2014 hingga 3 Januari 2015. Saat berangkat menuju Beijing, mereka bergabung dengan sem-bilan peserta lainnya dari Malang. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian besar, yakni study dan tour.
Untuk tour, rombongan selain dibawa ke Forbidden City, Tiananmen, Summer Pa-lace, Great Wall, Temple of Hea-ven, kota tua, pusat pertokoan Xidan, Silk Market dan Hongqiao, rombongan juga dibawa ke Mu-seum Ibu Kota Beijing untuk mengenal sejarah kota Beijing. Selain itu, rombongan juga diajak ke kebun binatang untuk melihat panda. “Mereka juga diajak ski es di atas danau Shi Cha Hai. Anak-anak bisa mera-sakan berjalan di atas permu-kaan danau karena sudah mem-beku menjadi es dan menjadi pengalaman yang seru,” ujarnya.
Menurutnya, selain belajar bahasa Mandarin, dari sisi belajar peserta juga mendapat pelajaran soal kesenian dan budaya. An-tara lain membuat tali simpul, stempel dari karet dan mengenal alat musik tradisional Tiongkok. Peserta juga dapat bermain biola dan diberi kesempatan mencoba bermain Er Hu atau biola khas Tiongkok.”Untuk keperluan praktik ba-hasa secara langsung, peserta diajak ke pusat pertokoan. Me-reka langsung berinteraksi, mis-alnya menawar harga souvenir. Rupanya peserta sudah pandai,” tambah Ketua Bidang Pendidi-kan Paguyuban Warga Tionghoa Jogjakarta ini. (dya/laz/ong)