HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
LANGKA: Pedagang toko kelontong sekaligus pengecer gas 3 Kilogram atau gas melon di Lendah, Kulonprogo saat menukarkan gas kosong kemarin (11/1)

Harga Tembus Rp 20 Ribu-Rp 23 Ribu Per Tabung

KULONPROGO-Keberadaan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon di Kulonprogo semakin sulit dicari di tingkat pengecer. Diduga, itu terjadi sebagai dampak migrasi gas 12 kilogram yang mengalami kenaikan harga. Penyebab lainnya adanya pengurangan pasokan gas di pangkalan dari para agen. “Hari ini saya hanya mendapatkan dua tabung. Nanti siang mungkin dikirim lagi tapi tidak banyak,” terang Setyo Budi, seorang pengecer gas 3 kilogram di Jatirejo, Lendah, kemarin (11/1).
Ada sepuluh tabung yang dibawa. Biasanya langsung habis. Setyo mengungkapkan, sudah menjadi pengecer gas 3 kilogram di warung kelontongnya sejak beberapa tahun lalu.Setyo mengakui, dulu bisa menyetok 40 tabung. Tetapi sekarang 10 tabung saja sudah bagus. Kemarin bahkan hanya ada dua tabung. Itu pun tidak pasti segera diambil konsumen. “Sebetulnya banyak yang nitip tabung kosong, namun saya tidak melayani pesanan, karena pasokan juga tidak pasti,” ungkapnya.
Ditambahkan Setyo, harga gas 3 kilogram di tingkat pengecer variatif, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per tabung. Kenaikan ini diperkirakan juga akibat barangnya yang langka. “Kalau prinsipnya konsumen itu seberapa mahal tetap dibeli, karena sangat dibutuhkan. Tapi kalau sudah mahal kok barangnya langka itu yang jadi masalah,” ujarnya.
Menurut Setyo, kelangkaan gas itu menjadi program pemerintah saat menggulirkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas tidak searah. “Dulu suruh pakai gas, gantian saat warga sudah berani dan nyaman memakai gas, barangnya sering tidak ada,” keluhnya.
Seperti diberikana sebelumnya, gas melon yang sulit didapat itu seiring dengan sarga yang khawatir dengan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram yang sempat menyentuh kisaran harga Rp 140 ribu per tabung. Warga kemudian bermigrasi dan membuat kelangkaan elpiji 3 kg semakin parah.
Kabid Geologi dan ESDM Disperindag dan ESDM Kabupaten Kulonprogo Eko Susanto sempat menyatakan, hasil pantauan di pasar tidak menemukan kelangkaan gas. Hanya saja pasokan di tingkat pangkalan langsung habis diburu pedagang.Eko tidak menampik jika ada sejumlah pedagang yang meng-eluhkan mendapatkan pasokan dari pangkalan. Namun hal itu juga sudah direspons dengan melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas. “Sebenarnya Desember sampai Januari itu akan ada penambahan, tetapi kami belum mendapatkan laporannya,” ujarnya. (tom/din/ong)