Susun Manajemen, Caretaker Didukung DPRD dan Wawali

JOGJA – Caretaker pengampu PSIM Jogja menepati janjinya untuk langsung bekerja usai dibentuk pada pertemuan sta-keholder di Hotel Saphir Ming-gu (11/1) lalu. Nah, tadi malam (12/1) tim yang dikoordinatori mantan Kepala Kejaksaan Ne-geri (Kejari) Kota Jogja Kardi SH tersebut sudah melakukan rapat di Rumah Makan Pandan Wangi, Baturetno, Banguntapan, Bantul.Sebelumnya, publik sepak bola Jogja termasuk suporter ramai membicarakan sosok yang cocok menggantikan Haryadi Suyuti (HS) di posisi ketua umum (Ketum) PSIM Jogja.
Adapun, nama-nama yang muncul adalah sosok-sosok yang berada di tim caretaker.Salah satu kelompok suporter PSIM The Maident mengajukan nama Agung Damar Kusuman-daru sebagai pucuk pimpinan di Laskar Mataram. Ditemui di Wisma Soeratin Sosrosoegondo kemarin, Ketum The Maident Hari Santoso menyatakan sudah waktunya PSIM dipimpin oleh anak muda. “Kalau boleh saya jujur Mas Agung Damar ini yang paling cocok jadi ketum. Beliau orang yang masih muda, visinya ke depan jelas sangat bagus un-tuk PSIM,” jelasnya.
Agung Damar bukanlah orang “bau kencur” di dunia sepak bola Kota Jogja. Saat ini pria yang juga ketua Komisi D DPRD Kota Jogja tersebut menyadang status ketum di perkumpulan amatir SO Takrib. Agung Damar juga pernah menjabat Presiden Brajamusti sebelum digantikan Eko Satriyo Pringgodani pada 2010 lalu.Karena itulah, kemungkinan di rapat caretaker tadi malam The Maident telah mengajukan Agung Damar sebaga ketum. Kebetulan, suporter juga diundang guna dimintai pendapat. “Jika tidak menjadi ketum, paling tidak be-liau bisa berada di susunan ma-najemen PSIM. Ide-ide segar dari beliau sangat dibutuhkan Laskar Mataram untuk kembali menjadi klub besar,” jelasnya.
Namun masalahnya, pengang-katan Agung Damar sebagai Ketum akan terbentur Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negri (Mendagri Nomor 800/148/SJ tahun 2012. SE ini menegas-kan kalau pejabat publik terma-suk anggota dewan dilarang terlibat dalam kepengurusan sepak bola professional maupun amatir. “Tapi soal SE Mendagri ini bukan masalah. Nyatanya di daerah lain juga banyak pejabat public yang jadi ketum klub se-pak bola. Malah kepala daerah-nya langsung,” tuturnya.
Salah satu anggota caretaker, Dwi Irianto menyebut ada tiga orang yang cocok menjadi ketum PSIM. Selain Agung, Kardi SH dan Letnan Kolonel (Letkol) Arh juga dinilai orang yang cocok. “Kalau saya dan Pak Rob (Su-miarno, mantan media officer PSIM) kan orang lama. PSIM itu butuh orang baru. Jadi saya melihat tiga orang ini yang co-cok sekali,” tegasnya.Kardi selaku koordinator care-taker mengatakan sudah meny-ambangi beberapa pihak se-perti Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono (IP) dan DPRD Kota Jogja. Hasilnya pun memuaskan karena mereka mendukung lang-kah caretaker PSIM dalam mem-bentuk manajemen musim 2015.”Pak IP sudah memberikan du-kungannya pun dengan seluruh fraksi di DPRD. Saya gembira se-kali karena mereka sangat peduli pada tim ini,” jelasnya. (nes/din/ong)