ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BERMASALAH: Proyek pembangunan

Sudah Diserahterimakan, Pekerjaan Masih Berlangsung

MUNGKID – Beberapa proyek pembangunan fisik di Kabupaten Magelang kembali mendapat catatan buruk. Meski sudah diserahterimakan ke Pemkab Magelang, proyek tersebut masih terus berlangsung. Salah satunya terlihat pada pembangunan fisik kantor kecamatan Salaman.Memasuki awal Januari 2015, beberapa pekerja masih tampak mengerjakan proyek. Seharusnya proyek pembangunan fisik sudah diserahterimakan pada akhir Desember 2014
“Kusen-kusen di kantor ke-camatan Salaman belum di-pasang. Padahal, proyek kan-tor itu sudah diserahterimakan. Kami berpikir penyerahan pada 31 Desember lalu sudah final dan harus sudah selesai dan tidak ada pengerjaan,” ungkap Hibatun Wafiroh, ang-gota Komisi III DPRD Kabupa-ten Magelang kemarin (12/1). Waifrah mengaku mengeta-hui semua itu setelah mela-kukan pengecekan langsung ke kantor kelurahan tersebut. Ia datang bersama anggota Komisi III lainnya.
Ia heran atas sikap Pemkab Magelang yang langsung mene-rima proyek. Padahal, proses pembangunan belum selesai dikerjakan. Proyek pembangu-nan fisik tersebut masih me-nyisakan pekerjaan dan terlihat tidak karuan. Selain pembangu-nan kantor Kecamatan Salaman, proyek penghubung jembatan Kecamatan Tempuran-Boroudur juga dinilai bermasalah. Bahu jembatan belum dibetonisasi. Demikian juga bambu, masih terpasang di lokasi. “Semestinya proyek dilaksana-kan sesuai kontrak dan sesui spek. Belum selesai pengerjaan-nya, tapi kenapa kok diterima. Ini tidak sempurna dan tidak karuan,” kritiknya.
Beberapa proyek juga masih premature. Di antaranya, pembangunan kantor Kecama-tan Salaman, stadion Kabupaten Magelang, Jembatan Semrawu (Tempuran-Borobudur), dan pelebaran Jalan Pucang-Secang.Pemkab harusnya menerima proyek tersebut setelah 100 persen selesai dikerjakan.Ke-nyataannya, banyak pekerjaan yang belum tuntas sudah di-terima menjelang batas akhir masa pekerjaan. “Mereka menyelesaikan sisa pekerjaan dalam masa perawa-tan. Ini kan tidak bisa dibenar-kan,” imbuh Prihadi, anggota Komisi III lainnya.
Ketua Komisi III M. Sobikin menjelaskan, masa perawatan itu hanya digunakan untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi setelah pekerjaan se-lesai. Bukan untuk menyele-saikan sisa pekerjaan. Untuk itu, Komisi III akan mengeva-luasi proyek Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumberdaya Mineral (DPU-ESDM) Kabu-paten Magelang secara me-nyeluruh. Ia mencontohkan pembangu-nan kantor Kecamatan Salaman. Pekerjaan belum selesai, proyek senilai Rp 3,6 miliar itu sudah diserah terimakan ke DPU ESDM pada Desember 2014. Padahal, pekerjaan yang belum selesai cukup banyak. Seperti sekat pemisah antarruangan, partisi, pavingisasi. Juga kusen pintu belum dikerjakan. “Pipa air, pengecatan juga be-lum tuntas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Kota DPU ESDM Kabupaten Magelang Nur Yanto mengatakan, proyek yang diserahterimakan merupakan pekerjaan yang telah 100 persen diselesaikan. Pekerjaan yang belum diselesaikan bisa dilaks-anakan selama masa perawatan. Meski demikian, ia mengaku akan menjadikan bahan eva-luasi DPRD untuk perbaikan ke depan. Menurut Nur Yanto, pengawasan pelaksanaan proyek di DPU ESDM tidak bisa optimal, karena minim-nya SDM. Idealnya, satu pengawas mengawasi lima proyek. “Namun, di sini satu orang sampai 15-20 kegiatan,” ung-kapnya.(ady/hes/ong)