Irfan Dicecar Penunjukan Langsung

JOGJA – Tiga tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan per-gola di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja, memenuhi pang-gilan Kejati DIJ kemarin (12/1). Ke-3 tersangka itu adalah Kepala BLH Kota Jogja Irfan Susilo, Pe jabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pergola Suryadi, dan seorang rekanan Hendi. Mereka datang ke gedung kejati Jalan Sukonandi secara terpisah dengan didampingi pengacara
Sama seperti para tamu kejak-saan atau tersangka lain, sebelum menjalani pemeriksaan mereka mengisi buku tamu di loby lantai dasar Kejati DIJ. Selanjutnya, tersangka menuju lantai tiga, di mana pemeriksaan perkara korupsi biasa dilakukan.”Para tersangka diperiksa se-cara terpisah. Tujuannya untuk memudahkan pemeriksaan dan efektivitas waktu pemeriksaan,” ujar Kasi Penkum Kejati Zul-kardiman SH kepada wartawan.
Dalam pemeriksaan ini, masing-masing diperiksa seputar proyek pergola. Irfan ditanya mekanisme pem-bayaran, mekanisme pelelangan, dan penujukan langsung. Begitu juga dengan Suryadi, ditanyai seputar mekanisme lelang dan pengerjaan proyek media tanaman rambat untuk peneduh ini.Sedangkan tersangka Hendi ditanya proses pengajuan men-jadi peserta lelang, mekanisme pembayaran, dan spesifikasi proyek pergola yang dikerja-kan.”Yang ditanyakan kepada ter-sangka, ya seputar proyek per-gola,” tambah Jejeng, sapaan akrab Zulkardiman.
Tersangka Suryadi enggan memberikan komentar ketika ditanya warta-wan. Dia hanya menganggukkan kepala ketika ditanya apakah pemeriksaan sudah selesai. Aspidsus Kejati DIJ Azwar SH mengatakan, pemeriksaan ter-sangka pergola untuk me lengkapi berkas. Saat ini pemeriksaan saksi dianggap sudah cukup. Tercatat ada lebih dari 20 orang yang diperiksa sebagai saksi. Mereka adalah lurah, pemilik bengkel las yang mengerjakan kerangka pergola, pegawai BLH, dan ahli.”Sekarang kami fokus pada pemeriksaan tersangka dan menghitung kepastian nilai kerugian negara,” kata Azwar.
Penasihat Hukum Irfan Susilo, Krisna Harimurti SH mengatakan, kliennya menjawab seluruh materi pertanyaan yang diajukan penyidik. Hanya ia tidak bisa membeberkan materi perta-nyaan yang diajukan kepada publik. Namun demikian, ia berjanji kliennya akan membuka seluruh fakta yang diketahui dan di alami dalam proyek pergola ini. “Prin-sipnya klien kami siap meng ikuti proses hukum. Semua akan kami buka di persidangan nanti,” kata Krisna. Selain memanggil tersangka pergola, kejati juga memanggil tersangka dugaan korupsi reno-vasi gedung PLN Subur Isnandi. “Pemeriksaan tersangka Isnan-di untuk melengkapi berkas,” jelas Jejeng. (mar/laz/ong)