Mobdin Toyota Innova Keluaran 2010 Dianggap Sudah Uzur

BANTUL – Seolah tak mau ketinggalan, tiga unsur pimpinan dewan (pimwan) juga ingin meminta mobil dinas baru. Itu mereka lakukan setelah Ketua DPRD Hanung Raharjo men-dapatkan fasilitas mobil baru berupa Toyota Fortuner.Wakil Ketua I DPRD Bantul Nur Subiyantoro mengatakan, usia mobil dinas (mobdin) tiga pimwan berupa Toyota Innova sudah cukup uzur. Rata-rata keluaran tahun 2010. Untuk itu, perlu dilakukan pe-remajaan. “Biaya perawatan mobil yang cukup tua biasanya cukup tinggi,” terang Nur kemarin (13/1).
Sebagai gantinya, tiga pimwan ini meminta mobil dinas baru berupa Nissan X-Trail yang harganya ditaksir sekitar Rp 400 jutaan. Rencananya, pengadaan tiga mobil dinas ini akan diajukan pada APBD Perubahan 2015. “Bersamaan nanti kami juga mengusulkan pengadaan lima mobil dinas lainnya,” ujarnya.
Dari jumlah itu, empat di antaranya diperuntukkan sebagai mobil operasional komisi. Lalu, satu unit lagi untuk sekretaris DPRD. Jadi, total ada delapan mobil yang akan diajukan pada APBD perubahan nanti. Mereka menyebut ada pertimbangan khusus pengajuan lima unit mobil baru ini.Politikus Partai Gerindra ini menguraikan, pengajuan empat unit mobil operasional komisi sudah pernah diajukan pada pembahasan APBD Murni 2015.
Hanya saja, kemudian ditunda karena alasan tertentu. Ada pun mobil dinas sekretaris DPRD berupa Toyota Kijang saat ini dinilai sudah usang. “Total sekitar Rp 2,5 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan mobil baru ini,” jelasnya.
Sekretaris DPRD Bantul Helmi Jamharis mengatakan, sekretariat pernah mengajukan pengadaan empat mobil operasional komisi pada APBD Murni 2015. Tetapi, kemudian bupati mengeluarkan surat edaran yang berisi larangan pengadaan mobil baru. “Karena keuangan daerah defisit,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Riyantono juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, defisitnya keuangan pada APBD Murni 2015 membuat pemkab harus mengencangkan ikat pinggang. Berbagai kebijakan seperti pengadaan mobil dinas baru pun terpaksa ditunda. “DAU (dana alokasi umum) kami juga anjlok,” ungkapnya.Namun demikian, Toni, sapaan akrabnya akan menghitung kembali keuangan daerah bila memang dewan ngotot mengajukan pembelian mobil dinas baru pada APBD Perubahan nanti. (zam/din/ong)