ALI MUFID/RADAR JOGJA
SEDERHANA: Bripda Muhammad Taufiq Hidayat yang bersama ayah dan dua adiknya tinggal di bekas kandang sapi di Dusun Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman.

Bripda Taufiq Kadang Jalan Kaki 9 Km ke Mapolda DIJ

SLEMAN – Di tengah isu yang menerpa Korps Bhayangkara atas dugaan gratifikasi dan rekening gendut calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan, ternyata ada satu anggota Polri yang justeru harus hidup bersama keluarganya di bangunan bekas kandang sapi.Adalah Bripda Muhammad Taufiq Hidayat, aggota polisi Unit Sabhara Polda DIJ ini yang ikhlas menerima kenyataan hidup ting-gal di sebuah kandang sapi ber-ukuran 4×7 meter di Dusun Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Ia tinggal bersama ayah dan dua adiknya di tempat yang sangat sederhana itu.Di rumahnya, anggota Bhayang-kara muda ini dulu merupakan kandang sapi. Kondisinya cukup memprihatinkan. Atap rumah-nya pun banyak yang berlubang. Sementara beberapa bagian dinding juga menjadi celah ma-suk cahaya dan angin. Taufiq, polisi muda kelahiran 25 Maret 1995 ini mengaku, ia beserta ayah dan dua adiknya sudah dua tahun menempati rumah sederhana itu.
Ia menga-ku pasrah menerima keadaan ini, sembari berharap dengan profesinya saat ini, perlahan-lahan bisa mengubah hidupnya. “Ya cukup khawatir dengan kondisi rumah. Apalagi saat mu-sim hujan seperti sekarang ini,” ujarnya.
Pemuda yang kini ber-usia 18 tahun ini tak jarang ha-rus berjalan kaki sekitar 9 km untuk bertugas di Mapolda DIJ. Jaraknya tidaklah dekat.Namun, ia jalani dengan penuh tanggung jawab berlandaskan tugas di Korps Bhayangkara.
Menyikapi kondisi ini, Dir Sabha ra Polda DIJ Kombes Pol Yulza Sulaiman menyatakan rasa bangganya terhadap salah satu anggotanya ini. Apa yang dialami Taufiq, kiranya menjadi motivasi bagi rekan-rekan ker-janya. Menurut Yulza, Taufiq sendiri dinilai sebagai pribadi dengan kemauan yang keras.”Dia pribadi yang memiliki kemauan keras. Apalagi di tengah kondisinya yang memprihatin-kan,” kata Yulza. (fid/laz/ong)