SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
OPTIMISTIS: Anggota APPMI di sela Rakerda APPMI DIJ, Selasa (13/1) lalu. Mereka mengaku optimistis tahun ini bisa merambah lebih banyak pusat belanja dan hotel untuk memasarkan karyanya.

Sokong Industri Kreatif dan UKM di DIJ

JOGJA – Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ telah me-nyiapkan serangkaian program untuk satu tahun kedepan. Tak hanya menjadi bagian industri fashion Indonesia yang konsisten mengangkat kain-kain batik. Tetapi juga bertekad menyokong industri kreatif dan UKM di DIJ.
Dari sisi pengusaha, anggota APPMI me-mang diharuskan memiliki butik, setidaknya di rumah beserta karyawan sebagai syarat dasar keanggotaan. Namun untuk mengembangkan usaha, APPMI DIJ juga akan menjangkau ruang publik seperti mal dan hotel dengan membuka gerai.Wakil Ketua II Bidang Pengembangan Usaha APPMI DIJ Amien Hendra Wijaya menuturkan, pihaknya telah melakukan penjajakan di Jogja, Jakarta dan Semarang. “Namun tahun ini kita ingin lebih meng-akomodasi anggota APPMI agar produknya bisa masuk ke gerai ritel, mal ataupun hotel,” ujarnya disela-sela Rakerda APPMI DIJ, Selasa (13/1) lalu.
Dirinya mengatakan, menjajaki pusat be-lanja ataupun hotel jadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk rancangan para desainer anggota APPMI. Selain itu, juga da-pat memperluas jaringan. Terlebih di Jogja sendiri, pada tahun 2015 ini akan ada bebe-rapa mal dan hotel baru. Hal ini tentu disam-but baik untuk menjalin kerja sama, membangun sinergi dalam mengembangkan industri fe-syen Indonesia dan Jogja khususnya.
Selama ini, adanya gerai maupun pameran di pusat belanja dan hotel terbilang efektif untuk menjangkau pasar lebih luas. Apala-gi, banyak pengunjung mancanegara yang tertarik. Meskipun diakuinya, tidak semua gerai yang ada di pusat belanja tepat sasaran.”Karena mereka juga punya segmen pa-sar sendiri, pusat belanja misalnya. Ada yang segmennya remaja, jadi mungkin kurang pas ketika gerai APPMI ada di sana,” ujar Amien.
Meski demikian, pihaknya optimistis ta-hun ini bisa merambah lebih banyak pusat belanja dan hotel. Setelah Jogja, juga akan merambah ke Bandung, Jakarta, dan Se-marang. Di Jogja sendiri produk fesyen anggota APPMI bisa didapat di Ragam Kriya. Sedangkan di Jakarta antara lain di Kelapa Gading, Sarinah, dan Pasaraya. Ke-mudian di Semarang ada di Sri Ratu Plaza.
Sementara itu, Ketua APPMI DIJ Lia Mustafa menambahkan, sesuai visi dan misi-nya untuk mengedepankan perkembangan produk lokal Indonesia. Maka para ang-gota tetap konsern mengangkat kain-kain tradisi sebagai komoditas utama.”Karena selain mendesain, kami juga menargetkan bagaimana membuat dan menjadikan produk fesyen ini memiliki daya jual tinggi,” ujar Lia.
Dalam upaya menjadikan kain tradisi sebagai komoditas utama, APPMI tetap harus bersinergi dengan perajin dan UKM. Sebab untuk menghasilkan produk yang baik, juga harus didukung dengan mate-rial berkualitas. Misalnya mulai dari pe-mintalan benang yang harus diperhatikan hingga kain itu jadi.”Selama ini kami condongnya menjual set item, namun saat ini kami arahkan agar para anggota juga bisa menjual karya per item sehingga bisa di mix and match sen-diri,” ujar Lia. (dya/ila/ong)