HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TKP: Salah satu sudut lokasi penangkapan pelaku pencurian di Kampus Akper yang dikabarkan sebagai DPO Polres Klaten, kemarin.

Dibekuk saat Satroni Kampus Akper

PURWOREJO-Daftar pencarian orang (DPO) Polres Klaten dalam kasus pencurian kembali beraksi di Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Purworejo, Rabu (14/1). Ternyata, pelaku tengah diintai anggota Polres Klaten saat melakukan aksinya. Akibatnya, pelaku berhasil ditangkap, bahkan satu orang pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi pukul 02.00 WIB.
Pelaku diperkirakan berjumlah enam orang. Saat melancarkan aksi, dua pelaku diketahui menunggu di depan Pasar Grantung. Sementara empat lainnya masuk ke kompleks Kampus Akper dengan cara mencongkel pagar belakang kampus yang terbuat dari seng. Di dalam kampus, mereka merusak jendela. Ada tiga ruangan yang berusaha dimasuki, yakni ruang koperasi, satu ruang kelas, ruang ketua yayasan, dan ruang direktur. Tetapi, ternyata mereka hanya berhasil masuk ke dalam ruang koperasi dan menggasak uang Rp 250 ribu. “Mereka gagal masuk ruang direktur dan ketua yayasan karena dipasang teralis besi,” kata Triyono, 46, satpam Kampus Akper, kemarin (14/1).
Triyono menuturkan, kejadian baru diketahui pagi hari saat dia mendapati jendela rusak akibat dicongkel. “Sama sekali tidak tahu jika ada pencuri yang masuk. Pukul 01.00 saya bahkan masih patroli keliling kampus tapi tidak ada apa-apa. Setelah patroli saya berjaga di pos depan,” tuturnya.
Namun, beberapa saat terdengar kegaduhan, para pelaku ditangkap bahkan diketahui oleh beberapa warga setempat. Warga bahkan mengaku mendengar suara tembakan saat proses penangkapan. Proses penangkapan dilakukan di kawasan padat penduduk sekitar Pasar Grantung. Sebelum penangkapan terjadi warga sempat mencurigai orang tidak dikenal yang tiduran di depan warung warga. “Sekitar pukul 04.00. Ada tetangga saya yang bilang kalau ada dua orang tiduran di depan warung. Tidak berselang lama ada suara gaduh dan suara perintah untuk berhenti dan menyerah,” ujar Vera Nurul Suci, 30, yang tinggal didekat lokasi kejadian.
Vera mengatakan, dalam suasana gaduh itu beberapa kali terdengar suara letusan senjata api. Kondisi itu sontak menimbulkan kecurigaan warga lainnya. “Mendengar suara tembakan suami dan ayah saya keluar rumah. Mereka mendapati petugas polisi berpakaian preman membawa satu pelaku yang tertebak dibagian panpat. Petugas mengaku dia Polisi Klaten dan sempat mengabarkan jika satpam Akper disekap pencuri dan meminta warga untuk mengecek ke kampus Akper,” katanya.
Mendapati kejadian itu, warga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bayan. Petugas Polsek segera mendatangi lokasi guna lakukan olah tempat kejadian perkara. “Kasusnya masih dalam penyelidikan, apakah pelaku merupakan DPO yang diamankan Polres Klaten atau orang lain masih belum bisa dipastikan,” terang Kapolsek Bayan AKP Sumardi.Entah ada hubungannya atau tidak dengan kasus yang terjadi secara beruntun di wilayah Kabupaten Kulonprogo, dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang dengan modus operandi yang nyaris sama. (tom/din/ong)