ilustrasi

Peringatan Tidak Digubris akan Langsung Dibekukan

GUNUNGKIDUL – Informasi adanya penyalahgunaan izin usaha yang dilakukan dua toko swalayan di Gunungkidul terbukti benar. Kepastian tersebut diketahui setelah Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul me-lakukan investigasi selama beberapa hari.Kepala KPMPT Gunungkidul Aziz Saleh menegaskan, dua toko swalayan masing-masing toko Mulya Wonosari dan Sri Rejeki Karangmojo memalsukan izin usaha.
Manajemen operasional kedua usaha tersebut ternyata ber-jejaring nasional yakni Indomaret. Padahal dalam pengajuan izin, bunyinya untuk usaha swalayan bukan toko berjejaring.”Karena terjadi penyalahgunaan izin, langkah awal adalah pemberian surat peringatan pertama. Surat peringatan pertama diberikan selama jangka waktu sebulan terhitung sejak diberikan,” kata Azis, kemarin (14/1).
Jika tetap tidak diindahkan, dikeluar-kan surat peringatan kedua dan ketiga. Jika tetap tak digubris maka tidak ada ampun, pemkabakan melakukan penutupan paksa.Azis mengungkapkan, kronologi modus tipu daya kedua toko tersebut dalam hal pengajuan perizinan. Awalnya izin usaha yang diajukan adalah toko swalayan, begitu pula saat usaha tersebut dibuka. Ketika itu, petugas sudah melakukan pengecekan ke lapangan dan tidak ditemukan adanya kamuflase toko berjejaring nasional.”Waktu itu kami yang mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperidagkop dan ESDM) mengeluarkan izin operasional. Namun dalam kenyataan, pemilik usaha menyalahi izin yang diberikan,” sesalnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Agus Hartadi mengaku akan segera ber-koordinasi dengan KPMPT serta Disperindagkop dan ESDM untuk melakukan penertiban. Namun, sebelum melakukan tidakan tegas, pihaknya melakukan kajian terlebih dahulu mengenai perizinan.”Penertiban dilakukan setelah ada peringatan pertama, kedua dan ketiga. Jika tetap ngeyel, nanti baru kita tertibkan. Ditutup paksa,” tegasnya. (gun/ila/ong)